Berita Lainnya

Hukum

Politik

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Artati Widiarti, MA Membuka Pelatihan bagi Tenaga Pendamping Usaha (TPU) di Bogor Jawa Barat Selasa, (9/3). Foto: ACEHSATU.com
Realisasi serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Kelautan dan Perikanan per Maret 2021 mencapai Rp1,71 triliun atau setara 50% dari yang ditargetkan Rp3,3 triliun dengan jumlah penerima 50.224 debitur yang terdiri dari para pelaku usaha seperti pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan serta nelayan penangkap ikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan Lebihi Target, 3 Bulan Serap Rp1,71 Triliun

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Realisasi serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Kelautan dan Perikanan per Maret 2021 mencapai Rp1,71 triliun atau setara 50% dari yang ditargetkan Rp3,3 triliun dengan jumlah penerima 50.224 debitur yang terdiri dari para pelaku usaha seperti pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan serta nelayan penangkap ikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, ini bentuk komitmen kami dalam memberikan dukungan dan pendampingan ke pelaku usaha untuk bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19,” kata Artati Widiarti, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), dalam rilisnya nomor: SP. 492/SJ.5/V/2021, yang dikeluarkan oleh Humas Ditjen PDSPKP, Selasa, (11/5/2021).

Artati memaparkan, KUR sektor kelautan dan perikanan banyak terserap untuk usaha budidaya dengan total 15 ribu debitur dan total pencairan mencapai Rp620,4 miliar.

Selanjutnya pengolah dan pemasar hasil perikanan yang mencapai Rp578,9 miliar dengan total 19 ribu debitur.

“Terakhir penangkapan yang menyentuh Rp367,9 miliar untuk 12 ribu debitur,” sambungnya.

Dari sisi sebaran, Jawa Timur menempati posisi pertama dengan nilai sebesar Rp271,2 miliar untuk 7.935 debitur.

Kemudian disusul Jawa Tengah sebesar Rp244,7 miliar untuk 7.182 debitur, Sulawesi Selatan Rp169,2 milyar untuk 4.972 debitur, dan Jawa Barat Rp168,5 miliar untuk 4.921 debitur.

“72% dicairkan oleh Bank BRI, sisanya ada Mandiri, BNI, BSI dan bank lainnya,” urai Artati.

Melalui program KUR ini, Artati berharap pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan bisa mengembangkan usahanya. Terlebih pemerintah telah menaikkan plafon KUR tanpa jaminan menjadi Rp100 juta, dari sebelumnya Rp50 juta serta perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% selama 6 bulan sampai dengan 31 Desember 2021.

“Ke depannya, penyaluran KUR diharapkan dapat mendukung program-program prioritas KKP yang berbasis klaster, seperti kampung budidaya, kampung nelayan, dan kampung pengolahan ikan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai salah satu bahan pangan yang dinantikan dan efektif meningkatkan imun tubuh di tengah Covid-19, ikan atau produk olahan dan turunannya akan selalu diburu oleh konsumen.

Karenanya, dia optimistis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pemenang sekaligus pengungkit perekonomian nasional.

“Saya optimis dan mengajak para pelaku usaha, khususnya sektor kelautan dan perikanan untuk terus bergerak membangkitkan perekonomian nasional,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengajak seluruh jajarannya untuk membawa semangat KKP Rebound.

Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan bisa berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Saat Rakernas di Bandung awal April lalu, Menteri Trenggono menyebut 3 program terobosan KKP pada tahun 2021 hingga tahun 2024, di antaranya peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan serta pembangunan kampung-kampung perikanan budi daya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal. (*)

Berita Lainnya

Hukum

Politik