Data Covid-19 Tembus 537 Kasus, Nova Perintahkan Perketat Perbatasan

Data Covid-19 Tembus 537 Kasus, Nova Perintahkan Perketat Perbatasan

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Melonjaknya kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dialami Aceh dalam dua pekan terakhir memaksa Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersikap serius.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, jumlah pasien yang dinyatakan postif Covid-19 di Aceh per 5 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB menembus angka 537 orang.

Jumlah itu merupakan data kumulatif sejak 26 Maret 2020.

Karenanya, Nova Iriansyah memerintahkan para kepala daerah di wilayah perbatasan Aceh untuk memperketat penjagaan sebagai langkah menanggulangi semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh.

Perintah itu tertuang melalui surat bernomor 440/10863 tanggal 4 Agustus 2020.

Adapun kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan provinsi luar Aceh yaitu Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Tenggara, Bupati Singkil dan Wali Kota Subulussalam.

Para bupati dan wali kota diminta memantau pergerakan orang yang masuk ke wilayah Aceh melalui daerahnya masing-masing.

“Lebih meningkatkan penjagaan perbatasan dengan tidak mengizinkan orang masuk dan keluar perbatasan Aceh jika tidak memiliki Surat Tugas / Keterangan Perjalanan dari Lembaga Pemerintah, Swasta atau Keuchik atau nama lain dan Surat Keterangan Bebas Covid-19 dari instansi berwenang,” demikian salah satu poin perintah yang diterbitkan Plt Gubernur Aceh.

Minta laporan

Selain itu, Nova juga meminta para bupati dan wali kota menyampaikan laporan pelaksanaan penjagaan perbatasan beberapa waktu terakhir, khususnya terkait kemajuan, kendala maupun hambatan di lapangan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut.

Surat yang ditanda tangani Nova Iriansyah tersebut turut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, dan Kepala Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selanjutnya, Kepala Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Nanggroe, Ketua DPRA, Pangdam IM, Kapolda Aceh, serta sejumlah pimpinan instansi lainnya di Aceh. (*)