Langsa

Darurat Narkoba, BNN Langsa Akan Tes Urine 2.000 Orang

“Tes urine adalah upaya membersihkan pekerja dari pengguna narkoba. Perlu ada gerakan bersama melawan peredaran narkoba, termasuk pada beragam profesi di Langsa,”

Foto | Muhammad Rain

ACEHSATU.COM | LANGSA –¬† BNN Kota Langsa menyatakan akan melakukan tes urine kepada 2.000 orang di Kota Langsa. Hal itu bagian dari upaya lembaga ¬†tersebut menekan angka penyalahgunaan narkoba di Langsa.

Informasi terkait tes urine bagi 2.000 orang di Langsa itu diungkapkan Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota Langsa Ir Zulkifli Ali, SpdI saat berbicara selaku khatib Jumat di Masjid PB. Tunong.

“Tes urine adalah upaya membersihkan pekerja dari pengguna narkoba. Perlu ada gerakan bersama melawan peredaran narkoba, termasuk pada beragam profesi di Langsa,” ujar Zulkifli di hadapan jamaah shalat Jumat.

Setiap razia narkoba yang digelar di Langsa pada setiap minggunya ditemukan sekitar minimal 5 orang positif narkoba yang berhasil diamankan.

Saat ini darurat narkoba telah menjadi isu bersama dan wajib jadi perhatian seluruh warga Kota Langsa, sebab berbagai kenyataan pahit yang dialami warga bangsa terkait jatuhnya korban dari penyalahgunaan narkoba kian hari kian meningkat.

“Setiap hari saat ini lebih dari 40 orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba di Indonesia, sudah saatnya kita serentak berperang terhadap penyalahgunaan narkoba,” pesan Zulkifli, putra Langsa yang dipercayakan oleh walikota Langsa untuk membantu tugas BNN Langsa.

Terhadap perkembangan penyalahgunaan narkoba, BNN bersama lembaga Kepolisian dan lembaga terkait lainnya menggunakan segenap kekuatan penanganan maupun pencegahan, tetapi mesti ada satu sikronisasi antarinstansi bersama masyarakat, tanpa kebersamaan, hal tersebut mustahil.

Dikatakan, 1 ton sabu beredar di Aceh setiap tahun, akibat suplai narkotika memang ada dan dibutuhkan, hanya saja pemakai dan pengedar narkoba melakukan penyalahgunaan, zat narkotika yang salah digunakan bukan berdasarkan peruntukannya akan menghancurkan generasi bangsa.

Lembaga Pemasyarakatan di Langsa telah overcapasity, rumah sakit overcapasity, sebab perhatian masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba belum maksimal, sehingga para korban penyalahgunaan narkoba tidak menurun, justru meningkat.

“Rongrongan para pengedar terhadap perang antinarkoba mesti dilawan secara bersama oleh semua pihak. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba,” papar Zulkifli.

Masyarakat dianjurkan untuk tidak diam, apatis maupun tidak peduli terhadap perkembangan penyalahgunaan narkoba di sekitar lingkungannya, namun harus sama-sama berperan aktif mengatasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Jangan cuek, jangan sepelekan peredaran narkoba di lingkungan warga, lakukan tindakan aktif warga, melaporkan, sertai pencegahan sedini mungkin di lingkungan keluarga terdekat,” tutupnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top