Banda Aceh

Daerah di Aceh Ini Disebut Gunakan Jasa Makelar Anggaran

Laporan Firmansyah

ACEHSATU.COM, Banda Aceh – Pengurusan anggaran ke pemerintah pusat oleh suatu daerah memang bukan perkara gampang. Selain harus melewati prosedur birokrasi yang panjang dan berbelit-belit, daerah juga masih membutuhkan perantara seorang makelar agar usulan dapat dengan mudah disetujui.

Ilustrasi. NET

Ilustrasi. NET

Hal yang sama setidaknya pernah dialami pemerintahan di Aceh. Sejumlah kabupaten di provinsi paling barat Indonesia yang dikenal sebagai daerah bersyariat islam ini dilaporkan pernah terlibat menggunakan jasa makelar dalam pengurusan anggaran pemerintah pusat.

Dalam kasus Waode Nurhayati, misalnya, tiga kabupaten yakni Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Besar disebut pernah tersangkut kasus suap pengurusan alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID).

Kasus terbaru, oknum pejabat pada salah satu pemerintah daerah di Aceh juga dituding masih menggunakan jasa makelar dalam melakukan lobi ke pemerintah pusat guna mendapatkan pendanaan sejumlah proyek daerahnya.

Hal ini seperti disampaikan seorang sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Kepada ACEHSATU.COM, Minggu (14/02/2016) malam, sumber mengaku mengikuti setiap proses pengurusan anggaran salah satu daerah tingkat II hasil pemekaran di Provinsi Aceh agar didanai dalam APBN 2016.

“Saya ikut memfasilitasi dan memperjuangkan agar anggaran tersebut memperoleh dukungan anggaran dengan bertemu oknum anggota DPR RI langsung ke Senayan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sumber ini juga menceritakan secara detail setiap proses yang terjadi dalam pengurusan anggaran tersebut. Mulai dari nama oknum pejabat dan politisi yang terlibat, termasuk besaran jumlah fee yang disodorkan kepada oknum anggota DPR RI agar bersedia menggolkan usulan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi juga tidak direspon. Redaksi memilih menyimpan sementara informasi tentang siapa oknum dimaksud hingga dilakukan investigasi lebih lanjut.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top