oleh

COVID-19 dan Transformasi Digital Masyarakat Kita

-Kolumnis-881 views

COVID-19 dan Transformasi Digital Masyarakat Kita

COVID-19 telah tiba di Aceh, dengan 5 kasus yang dikonfirmasi, dan 2 yang meninggal.

Di seluruh dunia ini telah ada ratusan ribu yang terinfeksi, dan virusnya sudah membunuh puluhan ribuan orang.

Virus corona ini adalah ancaman bagi masyarakat kita—dan sangat berpengaruh bagi orang tua, kakek-kakek dan nenek-nenek kita.

Tanpa vaksin atau obat-obatan yang efektif.

Sementara solusi yang diberlakukan di seluruh dunia adalah “social distancing.”

Apakah itu institusi publik ataupun swasta diminta bekerja dari rumah atau “Work-from-Home.”

Inisiatif Work-from-Home yang efektif membutuhkan infrastruktur digital yang efisien dan keterlibatan tinggi.

Misalnya untuk rapat melalui aplikasi videocall seperti Zoom, pekerjaan kolaboratif sedang dilakukan di Google Doc dan juga pelajaran diajarkan dengan konten modular online seperti Ruang Guru.

Meskipun COVID-19 telah sangat menggangu kehidupan sehari-hari dan orang dekat kita, namun kita lihat masyarakat Aceh sedang belajar cepat dan sudah terbiasa dengan teknologi digital modern—yang mendorong kita 10 tahun ke depan.

Namun, sifat cepat dari perubahan ini juga mengklarifikasi kelemahan lembaga kita.

Institusi Pemerintah Aceh sama sekali tidak siap untuk sistem “Work-from-Home” dan transformasi digital telah ad hoc meninggalkan kesenjangan dalam efektivitas.

Karena banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Setiap hari, ada ratusan dokumen sekarang yang dikomunikasikan secara digital, dan ribuan pesanan dikirim melalui kurir seperti WhatsApp, organisasi mengalami kesulitan mengoordinasikan pekerjaannya.

Sekarang pekerja orang Aceh mengubah dirinya lumayan cepat untuk menjadi produktif di ruang digital baru yang terbangung setelah COVID-19.

Tetapi ini harus diikuti oleh semua institusi.

Artinya, lembaga-lembaga Aceh harus menerapkan sistem IT yang tepat untuk mengelola birokrasi, melacak dokumen dan komunikasi, serta memastikan pengawasan berjalan dengan bagus.

Aceh membutuhkan Sistem Informasi Manajemen yang tepat di seluruh sektor pemerintahan.

Krisis COVID-19 memaksa perubahan cepat dalam jangka pendek untuk melindungi anggota masyarakat yang paling rentan.

Kita harus sadar bahwa ada peluang dalam setiap kekacauan.

Bekerja-dari-rumah memaksa kita untuk melek digital, tetapi kita tidak boleh membiarkan momen ini sia-sia.

Di tengah krisis ini, kita bisa memodernisasi institusi kita secara digital, dan menaikkan efisiensi dan efektifitasnya. (*)

Indeks Berita