https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

ACEHSATU.COM – Ani, istri Alamunasir, Kepala Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, yang disuntik mati mantri SH, menceritakan detik-detik suaminya tewas.

Kala itu, Minggu siang, 12 Maret 2023, pelaku SH datang ke rumah korban seorang diri. Dia mengaku ke Ani bahwa dia ingin bertemu Alamunasir untuk membuat sertifikat rumah. Ibu rumah tangga itu kemudian menelepon suaminya, sekitar pukul 12.30 WIB.

Tak selang berapa lama, suaminya datang berboncengan dengan seseorang. Namun, orang itu dilarang mendekat.

Terjadi perbincangan antara mantri SH dengan Alamunasir di teras rumah korban. Namun pembahasan mereka berubah menjadi panas. 

BACA JUGA: Ini Motif Pembacokan di Aceh Timur yang Mengakibatkan 1 Orang Meninggal Dunia dan 3 Luka-luka

“Suami saya sama Pak Encop, disuruh jangan terlalu dekat, karena masalah pribadi katanya. Pak SH bilang dengan nada keras, teriak ke suami, suami saya cuma bilang minta maaf, Pak SH menuju ke suami, saya kira mau nonjok, ternyata dia nyuntik,” ujar Ani, di Mapolresta Sektor, Kamis, 16 Maret 2023.

Cekcok antara mantri SH dengan Alamunasir didengar penghuni rumah dan tetangganya. Saat itu, di dalam rumah korban sedang banyak keluarga yang sedang berkunjung.

Usai disuntik, korban sesak nafas dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Alamunasir kemudian dibawa ke Puskemas Padarincang untuk diobati hingga dirujuk ke RSUD Banten.

“Suami saya teriak, ini mah Aa disuntik mati, reaksinya cepet, sesek nafas, keluar busa sedikit. Dibawa ke puskesmas terus ke rumah sakit, dibilang udah enggak ada (meninggal),” ujarnya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Mantan Panglima GAM Wilayah Pase Meninggal Dunia

Mantri SH yang melihat sang kades sesak nafas, ikut membawa korban ke puskesmas hingga ke rumah sakit. Pelaku mengaku cairan yang disuntikan ke tubuh korban merupakan obat tidur.

Kini, ibu rumah tangga itu kebingungan untuk mengurus tiga anaknya, yang tertua mengenyam pendidikan di bangku SMP, kemudian dua anaknya masih di sekolah dasar (SD).

Ani berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan yang dilakukannya. “Harapan saya dia bertanggung jawab, dihukum seberat-beratnya, kalau bisa hukum mati lah. Saya punya anak sekolah semua, yang kesatu SMP, kedua SD, yang kecil kelas 1 SD,” ujarnya. (*)