Cerita 8 Pemuda Aceh Besar Isolasi Diri di Hutan Setelah Tiba dari Jakarta

Cerita 8 Pemuda Aceh Besar Isolasi Diri di Hutan Setelah Tiba dari Jakarta

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR– Delapan pemuda asal Aceh Besar yang baru kembali dari Jakarta melakukan isolasi mandiri di hutan dekat sungai di kawasan Jalin, Aceh Besar.

Mereka mengisolasi diri atas inisiatif sendiri.

Para pemuda itu awalnya bekerja bersama di Jakarta. Karena perusahaan tempat mereka bekerja tutup sementara, akhirnya mereka pulang ke Aceh Besar pada Senin (30/3) lalu. Mereka pun langsung mengisolasi diri dengan beralaskan tenda di hutan kawasan Jalin.

Di sana, mereka juga dijaga oleh keluarga masing-masing untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari secara bergantian.

Muhammad Afdhal, salah satu pemuda yang mengisolasi diri di hutan Aceh Besar mengatakan dirinya melakukan isolasi karena keinginannya sendiri. Dia tidak ingin membuat warga kampung takut akan kehadiran mereka di tengah wabah virus corona.

Meski sudah seminggu di hutan, ia mengaku kondisi mereka sehat.

“Alhamdulillah, kami semua dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Sepekan di hutan, akhirnya mereka dijemput oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, untuk dipindahkan ke Jantho Sport Center, yang dijadikan lokasi karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Delapan pemuda yang termasuk dalam status Saving Monitoring, kata Mawardi Ali, secara sadar memilih mengisolasi diri sendiri di sana. Untuk itu, pihaknya memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak.

“Ini untuk memberikan tempat isolasi yang layak dan mudah dipantau oleh pihak Puskesmas Kota Jantho, apabila di antara mereka ada yang mengeluhkan kesehatannya,” kata Mawardi saat menjemput pemuda tersebut, Senin (6/4).

Namun, Mawardi mengapresiasi kedelapan pemuda itu yang baru tiba dari Jakarta langsung mengisolasi diri meskipun tidak di rumah masing-masing. Hal itu, kata dia sesuai dengan protap warga yang berstatus ODP, agar melakukan karantina selama 14 hari.

Selama berada di kompleks Jantho Sport Center, mereka akan menempati ruangan yang disediakan seperti tempat tidur, fasilitas MCK dan air PDAM, serta dipantau langsung oleh petugas piket dari Kecamatan Kota Jantho dan Puskesmas Kota Jantho.

“Ruang yang ditempati kedelapan pemuda itu sudah disiapkan agar lebih mudah terpantau oleh tim kesehatan,” ujar Mawardi.

Selama berada di Jantho Sport Center, seluruh makan dan minum para pemuda tersebut akan ditanggung pemerintah setempat. (*)