oleh

Cerita 4 TKI Asal Aceh yang Dipulangkan Haji Uma, Tiba di Rumah Disambut Isak Tangis Keluarga

-Aceh Utara-1.223 views

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Sebanyak 4 TKI asal Aceh yang Dideportasi dari Malaysia dipulangkan oleh Haji Uma dari penampungan Dinsos Kalimatan Barat sudah tiba dirumahnya pada Kamis (09/07/2020).

Kepulangan mereka disambut isak tangis oleh keluarganya.

Seperti yang diceritakan oleh Mukhlis (22) warga Desa Binjee, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara salah satu TKI yang dipulangkan oleh Haji Uma ini ia mencerita kepada  Media  ini.

“Saat saya tiba dirumah keluarga saya terkejut dan sedih dikerenakan saya tidak memberitahukan kepulangan saya dan keluarga saya juga tidak mengetahui bahwa saya sudah ditangkap oleh pihak imigrasi Malaysia beberapa bulan yang lalu, kemudian sampai saya sudah dideportasi ke Kalimatan Barat saya tidak memberitahukan kepada ayah dan keluarga saya,” Kata Mukhlis.

Lanjutnya, “ Saya tidak mau mereka cemas dan susah dengan derita yang saya alami dalam beberapa bulan terakhir ini, apalagi ayah saya ketika  memberitahukan kondisi saya kemarin dia pasti akan sedih dan cemas, karena ayah saya bekerja sebagai narik RBT ditakutkan dia akan cemas ,” ungkapnya.

Ia  juga  menceritakan bahwa Ibunya Mukhlis sudah lama meninggal dunia dan kini dia tinggal bersama ayah dan abangnya.

Mukhlis mengucapkan terima kasih kepada Haji Uma dan juga kepada semua pihak yang telah membantu proses kepulangan mereka  sehingga mereka bisa berkumpul lagi bersama keluarganya.

“Saya hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada Haji Uma dan Ibu Erlinawati serta juga pihak lainnya yang telah membatu kami  dari awal dan akhir sehingga kami bisa berkumpul kembali dengan keluarga, hanya allah yang bisa membalas kebaikan yang telah diberikan kepada kami,” imbuhnya.

Seperti diberita sebelumnya,  H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma anggota DPD RI kembali memulangkan 4 TKI asal Aceh yang di deportasi dari Malaysia melalui Entikong Kalimantan Barat.

Dari Keempat TKI tersebut 3 orang berasal dari Aceh Tamiang dan 1 orang dari Aceh Utara.

Mereka harus bertahan ditempat penampungan Dinas Sosial Kalimantan Barat bersama 32 TKI lainnya dari berbagai provinsi sambil menunggu dipulangkan oleh kementerian Sosial RI dengan menggunakan kapal PELNI secara estafet.

Namun sampai saat ini kapal PELNI tak kunjung datang hingga Gubernur Kalimantan barat ikut melayangkan surat kepada para gubernur yang memiliki warganya di penampungan dinas sosial untuk membantu fasilitasi pemulangan ke kampung halaman masing-masing.

Para TKI asal A ceh kemudian menghubungi Haji Uma memohon untuk dipulangkan ke Aceh.

Mendengar keluhan para TKI bahwa ada yang sudah 3 bulan di penampungan Dinsos Kalbar termasuk merayakan hari raya idul fitri dipenampungan, Haji Uma langsung membeli tiket untuk para TKI dan menyurati kepala Dinsos Kalbar membantu fasilitasi dilakukannya rapid test terhadap para TKI asal Aceh sebagai syarat melakukan perjalanan melalui udara.

“Alhamdulillah, hari ini Rabu tanggal 8 Juli 2020 para TKI asal Aceh telah tiba di bandara Kualanamu menggunakan pesawat udara Lion Air jurusan Pontianak – Jakarta – Kualanamu Medan pukul 12.00 tadi, ” ungkap Haji Uma.

Ia juga mengatakan, pemberangkatan TKI asal Aceh melalui Bandara Supadio Pontianak ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, dilepas langsung oleh Anggota DPD RI Kalbar Erlinawati, SH.,M.A.P bersama  Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar Yuline Marhaeni, serta Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson.

“Ibu Erlinawati juga memberikan sedikit uang saku untuk para TKI asal Aceh ini,” kata Haji Uma.

“Atasnama keluarga para TKI ini kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan dari Anggota DPD RI Kalbar Erlinawati, SH.,M.A.P, Kepala Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar Yuline Marhaeni, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, serta seluruh jajaran Dinsos dan Dinkes Kalbar,” ujar Haji Uma.

Haji Uma juga berharap sesampai dikampung halaman para TKI dapat melihat peluang kerja lainnya tanpa harus memaksakan diri bekerja di Malaysia, apalagi kondisi Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Dunia saat ini.

Selain memfasilitasi tiket pesawat dari pontianak – Medan, Haji Uma juga memberikan biaya perjalanan darat para TKI asal Aceh tersebut sampai ke kampung halaman. (*)

Indeks Berita