Cegah Penyebaran Covid, Warung di Banda Aceh Tutup Pukul 21.00 Wib

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta sejumlah warung kopi, restoran, hingga pusat perbelanjaan di wilayah Kota Banda Aceh agar tutup pukul 21.00 Wib guna menghindari kerumunan yang berdampak meningkatnya penyebaran Covid-19
warung
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman. acehsatu.com/ist

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta sejumlah warung kopi, restoran, hingga pusat perbelanjaan di wilayah Kota Banda Aceh agar tutup pukul 21.00 Wib guna menghindari kerumunan yang berdampak meningkatnya penyebaran Covid-19.

Kebijakan tersebut dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh seiring pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperketat di Kota Banda Aceh.

Dijelaskan Walikota, aturan tersebut merupakan hasil keputusan Forkopimda Banda Aceh yang telah dituangkan dalam Instruksi Walikota Banda Aceh nomor 9 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Inwal nomor 8 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM.

Intruksi Walikota itu diperbarui sesuai dengan perubahan Instruksi Mendagri nomor 17 Tahun 2021 menjadi nomor 20 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali.

“Dalam Intruksi Mendagri, diatur batas waktu penutupan tempat usaha pukul 17.00 WIB, namun Banda Aceh diberi dispensasi hingga 21.00 WIB, mengingat mayoritas masyarakat kita bergerak di sektor perdagangan dan jasa,” ujar Aminullah, Rabu (13/7/2021).

Menurut Aminullah, jika dipaksakan pedagang di Kota Banda Aceh tutup pukul 17.00 WIB, k akan berdampak besar terhadap perekonomian kota.

“Pukul 17.00 Wib pedagang kita, seperti penjual nasi goreng, mie, jus, dan lain-lain baru mulai buka usahanya. Untuk itu, kita himbau pedagang atau pemilik usaha harus disiplin, jam 21.00 WIB sudah tutup. Kalau tidak, terpaksa kita ambil tindakan tegas,” tegas Aminullah.

Sedangkan untuk layanan pesan antar atau take away masih diberi kesempatan hingga pukul 22.00 WIB. Dan khusus untuk restoran yang hanya melayani pesan antar dapat beroperasi selama 24 jam.

“Tapi tetap kita meminta menjalankan Protokol kesehtan secara ketat seperti menggunkan masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir atau menggunakan sanitizer, menjaga jarak dengan menghindari kerumunan , termasuk pembatasan maksimal 25 persen pengunjung dari kondisi normal,” ujar Aminullah.

warung
Walikota Banda Aceh, Aminullah menyambut Kabaharkam Polri di Pos PPKM Lambung, Banda Aceh. Jumat (11/7/2021) acehsatu.com/ist

Ia juga menyebutkan, salah satu poin yang berubah dari aturan sebelumnya adalah mengenai penyelenggaraan resepsi pernikahan. “Jika dulu diperbolehkan dengan maksimal tamu 30 orang, kini ditiadakan selama penerapan PPKM,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, sesuai instruksi Mendagri, kita offkan sementara resepsi pernikahan di Banda Aceh. Aturan ini berlaku baik bagi daerah yang menerapkan PPKM darurat maupun PPKM yang diperketat seperti Banda Aceh,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan keagamaan di rumah ibadah, Walikota menegaskan dapat tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes). “Ini sedikit kita sesuaikan dengan Intruksi Mendagri. Karena kita punya kearifan lokal, dan berdasakan keputusan Forkopimda (rumah ibadah) tetap dibuka dengan persyaratan wajib menjalankan prokes secara ketat,” tambah Walikota lagi

Hal lainnya, menjelang ibadah kurban yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha tahun ini, Pemko Banda Aceh akan mengeluarkan petunjuk pelaksanaan khusus. “Di antaranya panitia akan mengantar langsung daging kurban ke rumah-rumah warga. Juga pemotongan dilakukan serentak di beberapa tempat sehingga tidak terjadi pusat kerumunan warga,” pungkas Aminullah mengakhiri (*)