Cegah Meluasnya Hama Wereng, Petani Pidie Jaya Gelar Penyemprotan Massal

Kendati demikian, pihaknya melalui petugas jauh-jauh hari sudah mengingatkan petani agar selalu mengontrol tanaman.
Belasan petani Gampong Beuringen, Kecamatan meurahdua, Pidie Jaya, Senin (21/9/2020) melakukan penyemprotan massal. (Foto. Abdullah Gani/ACEHSATU.COM)

Laporan Kontributor Abdullah Gani | Pidie Jaya

ACEHSATU.COM, PIDIE JAYA – Puluhan hektare tanaman padi di tiga kecamatan di Pidie Jaya (Meureudu, Ulim dan Meurahdua) saat ini diserang hama wereng batang coklat (WBC). Untuk mencegah meluasnya serangan, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) setempat menggerakkan pengendalian secara massal dengan membantu insektisida atau racun hama.

Kadistanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad MP, kepada ACEHSATU.COM, Senin 921/9/2020) mengatakan, serangan terjadi secara terpencar-pencar pada beberapa lokasi dengani tingkat serangan masih tergolong ringan atau populasinya rata-rata 4 ekor perumpun tanaman.

Kendati demikian, pihaknya melalui petugas jauh-jauh hari sudah mengingatkan petani agar selalu mengontrol tanaman.

Jika ada gejala serangan secepatnya dikendalikan. Karena jika dibiarkan hama ini dengan cepat meluas. Terlebih jika varietas yang digunakan tidak tahan wereng dan kondisi alam mendukung.

“Kita sudah meminta penyuluh dan pengamat hama penyakit (PHP) agar melakukan pengamatan keliling,” sebut Muzakkir yang mengaku hampir sepanjang Senin (21/9/2020) memantau ke beberapa kawasan.

Ketiga kecamatan dimaksud, lanjut Muzakkir memang kawasan yang tergolong lamban bertani. Betapa tidak, jika kecamatan tetangga sudah selesai panen bahkan petani di Kecamatan Trienggadeng mulai tanam gadu untuk kedua kalinya seluas 1.000 hektare , tapi Ulim, Meurahdua dan sebagian Meureudu saat ini tanaman padi belum semuanya mengeluarkan malai atau bahasa Aceh disebut “roh”.

Tingkat serangan masih ringan dan luasnya kurang lebih 250 hektare. Untuk membantu petani, pemerintah menyalurkan bantuan insektisida dan disemprot langsung secara missal, papar Muzakkir. Anwar SP, Pengelola BPP Meurahdua yang dihubungi ACEHSATU.COM membenarkan, tanaman padi di wilayahnya terserang hama wereng. Untuk mencegah meluasnya, dalam sepekan terakhir termasuk, Senin (21/9/2020) petang sudah dilakukan penyemprotan massal di Gampong Beuringen.

Pertananaman yang sudah dikendalikan seluas 45 hektare. Meliputi,  hamparan tanaman Gampong Buangan, Luengbimba, Meunasah Raya serta Desa Beuringen. Rata-rata jumlah petani setiap gampong yang melakukan penyemprotan 15-20 orang dan mereka sangat antusias.

Sementara cara yang dilakukan, setelah diawali dengan sekilas penjelasan tehnis oleh petugas kemudian mereka langsung bergerak ke areal untuk beraksi. Penyemprotan, dilakukan secara berjejer dalam sebuah petakan.

Walau serangannya ringan, lanjut Anwar, petani dihimbau supaya selalu mengawasi pertanamannnya dan jika ditemui adanya wereng segera melakukan penyemprotan ulang. Sedangkan yang dikendalikan secara massal luasnya tidak seberapa atau sekitar satu hingga dua hektar dengan insektisida atau racun hama bantuan pemerintah. Sementara lainnya harus  dilakukan oleh  masing-masin petani. Muhammad, salah seorang penyuluh pertanian Meurahdua mengatakan, populasi wereng 5-7 ekor perumpun. (*)