Budaya dan Seni

Catatan Sejarah Invansi Amerika di Aceh Barat Daya

Dari sejarah invasi Amerika hanya tertinggal beberapa situs saja dan barang barang peninggalan dimasanya. Adapun situs peninggalan berupa prasasti dengan tulisan inggris, meriam, tembikar dan beberapa koin. Ketika perang berakhir, benteng Kuala Batee di lama tuha sepi dan hancur total dan perdagangan lada di pelabuhan berakhir sudah. Sementara kapal Potomac kembali berlayar dan berlabuh di Hawaii.

ACEHSATU.COM | ACEH BARAT DAYA – Banyak rangkaian sejarah Aceh yang terlupakan, namun ada beberapa yang masih diketahui masyarakat Aceh khususnya sejarah Aceh Barat Daya seperti perjuangan Teuku Peukan (1886-1926) selaku pahlawan kemerdekaan Kabupaten yang berjulukan Nanggroe Breuh Sigupai.

Jauh sebelum belanda resmi menginvasi Aceh, Amerika terlebih dahulu menginvansi benteng Quallah Battoo (Kuala bate) Aceh Barat Daya pada tahun  5 Februari 1832.

(Prasasti Amerika bukti sejarah invansi Amerika ke Aceh barat daya bertepatan dihalaman sekolah di Gampong Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee, Source picture : Irfan M Nur).

Quallah Battoo merupakan nama sebuah tempat di Aceh Barat Daya yang sekarang menjadi sebuah kecamatan Kuala Batee, Kuala Batee memiliki catatan sejarah berharga akan kekayaan Aceh akan rempah rempah pada masanya. Salah satunya hasil kekayaan alam sangat berharga dikala itu adalah lada hitam.

Potomac berlayar pada tanggal 24 Agustus 1831 setelah sempat singgah di Rio Jeniro dan Tanjung Harapan. Potomac tiba di Kuala Batee pada tanggal 5 Februari 1832. Invansi Amerika ke Aceh Barat Daya dengan modus dagang namun mendapat perlawanan dari penduduk lokal khususnya dari kerajaan Kuala Batee mulai dari melakukan perlawanan di Madat (benteng) kuala batee dan membajak kapal milik Amerika.

Pada 6 Februari 1832, Pihak Amerika melakukan perlawan dari tindakan kerajaan Kuala bate dan peduduk lokal dengan membumi hanguskan daerah Kuala Batee dengan tanpa tersisa begitu juga dengan kekayaan rempah rempah.

 

The storming of Quallah Battoo, Sumatra, 6 February 1832, Lukisan yang menceritakan pembantaian di Kuala Batee. www.pritzkermilitary.org

Dari sejarah invasi Amerika hanya tertinggal beberapa situs saja dan barang barang peninggalan dimasanya. Adapun situs peninggalan berupa prasasti dengan tulisan inggris, meriam, tembikar dan beberapa koin. Ketika perang berakhir, benteng Kuala Batee di lama tuha sepi dan hancur total dan perdagangan lada di pelabuhan berakhir sudah. Sementara kapal Potomac kembali berlayar dan berlabuh di Hawaii.

Dua koin merupakan sisa dari bukti sejarah invansi Amerika di Kuala Batee, Aceh Barat Daya, Source picture : Irfan M Nur

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top