Cara Yeni Hardianti Berdakwah, Dongeng yang Digemari Anak-anak

Bagi Yeni Hadianti (36), dunia anak-anak boleh jadi sesuatu yang sudah amat dicintainya. Apapun kegiatan yang bisa membuat anak senang, bakal dilakoninya dengan sepenuh hati.
Yeni Hardianti
Foto: Yeni Hadianti (Whisnu Pradana/detikcom).

Cara Yeni Hardianti Berdakwah

ACEHSATU.COM | CIMAHI – Bagi Yeni Hadianti (36), dunia anak-anak boleh jadi sesuatu yang sudah amat dicintainya. Apapun kegiatan yang bisa membuat anak senang, bakal dilakoninya dengan sepenuh hati.

Seperti yang dilakukannya di bulan Ramadhan kali ini. Perempuan asal Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu menjalani peran sebagai pendongeng sekaligus pendakwah bagi anak-anak.

Dalam menyampaikan pesan-pesan religi yang ringan agar mudah diserap anak-anak sebagai audiennya, Yeni ditemani karakter boneka ciptaannya. Ada si cantik Neng Lis alias Neng Geulis. Lalu Mongki dan Jabrig. Efektif, anak-anak terhipnotis pembawaan ketiga karakter itu yang ceria.

Yeni Hardianti
Foto: Yeni Hadianti (Whisnu Pradana/detikcom).

“Khusus Ramadhan kami dakwahnya dengan berdongeng. Karena biasanya anak-anak tidak suka jika terlalu banyak dinasehati, padahal isinya sama saja menasehati dengan cara yang lebih menarik dan disukai anak-anak,” ungkap Yeni kepada detikcom belum lama ini.

Namun yang membedakan mendongeng di tengah pandemi COVID-19 ini yaitu dilakukan secara virtual. Seabreg persiapan mesti dilakukan seperti menyiapkan lighting hingga jaringan.

“Ya kalau pandemi ini secara virtual dongengnya, jadi pakai aplikasi. Cuma saya sendiri merasa lebih capek dan ribet karena persiapannya banyak. Lebih nyaman tatap muka, karena pesannya juga lebih sampai,” ucapnya.

Lantas bagaimana awalnya Yeni bisa tercebur ke dua anak dan dongeng? Usut punya usut Yeni ternyata seorang guru di salah satu SD di Kota Cimahi. Dirinya merasa jenuh dengan pola pembelajaran yang dilakukan ditambah antusiasme anak-anak pun agak menurun.

Lalu pada 2017, Yeni mulai berkenalan dengan dunia yang sama sekali baru baginya usai menonton tayangan dongeng di salah satu stasiun televisi swasta. Yeni lantas mencari informasi hingga akhirnya bergabung ke Kampung Dongeng Indonesia yang digawangi Awam Santoso, salah satu maestro dongeng nasional.

“Dari situ ikut pelatihan mendongeng selama beberapa hari, dapat ilmu dan skillnya juga. Saya terapkan di sekolah ternyata berhasil. Sampai sekarang ya akhirnya jatuh cinta dengan dunia dongeng ini,” katanya.

Yeni benar-benar mencurahkan kecintaannya pada dunia dongeng. Bukan cuma di kelas, namun dirinya sempat menjadi relawan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Indonesia dan mendapatkan segudang pengalaman berharga.

“Pernah ke Lampung dan Aceh melakukan trauma healing bagi korban tsunami. Terbaru sih ke Subang waktu banjir kemarin. Mendongeng ini tidak bisa dibayar oleh uang tapi kepuasan batin karena bisa menghibur anak-anak. Kecuali pada perusahaan, kami berani memasang tarif,” tutur Yeni.

Di Kota Cimahi bukan hanya Yeni seorang yang menjadi pendongeng dan tergabung dalam Kampung Dongeng Cimahi. Tercatat ada belasan orang di sana yang terbiasa mengedukasi lewat dongeng.

Secara keseluruhan, tujuan Kampung Dongeng adalah untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada anak-anak dan menggalakkan budaya dongeng sebelum tidur kepada orang tua agar lebih dekat dengan anak-anak. (*)