Canda 2 Pejabat Kepala Dinas Berujung Tonjok di Muka Hingga Bibir Robek

Menurut Ridwan, dia melontarkan candaan yang membuat Yusuf tersinggung. Akibatnya, Ridwan dipukul pada bagian bibir hingga robek.
Menurut Ridwan, dia melontarkan candaan yang membuat Yusuf tersinggung. Akibatnya, Ridwan dipukul pada bagian bibir hingga robek.
pexels-musa-ortaç-3586873/ ilustrasi

ACEHSATU.COM | Kendari – Canda 2 Pejabat Kepala Dinas Berujung Tonjok di Muka Hingga Bibir Robek. Aksi pemukulan mewarnai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badalah dipukul oleh Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu karena permasalahan candaan.

Ridwan dan Yusuf awalnya bertemu di Pelataran Masjid Al Alam Kota Kendari, Rabu (9/2). Ridwan dan Yusuf saat itu sama-sama menghadiri peringatan HPN di lokasi.

Menurut Ridwan, dia melontarkan candaan yang membuat Yusuf tersinggung. Akibatnya, Ridwan dipukul pada bagian bibir hingga robek.

“Kan awalnya kita hanya bercanda, banyak kadis lain,” kata Ridwan.

“Pada saat itu posisi tidak siap, posisi membelakang kemudian saya balik langsung dipukul, kita bercanda-canda. Serangan pertama dari dia,” kata Ridwan.

Melapor ke Polisi

Atas kejadian tersebut, Ridwan telah melaporkan Yusuf di Polres Kendari untuk diproses secara hukum. Ridwan juga mengatakan tidak akan berdamai

Versi Yusuf

Yusuf buka suara terkait pemukulan itu. Ia menyebut pemukulan itu berawal dari candaan terkait semboyan jurnalis.

“Kita bercanda-canda, saya sampaikan semboyan jurnalis bekerja tanpa laporan dianggap tidak kerja, laporan tanpa kerja pembohongan,” kata Yusuf Mundu, Kamis (10/2/2022).

Yusuf berterus terang, candaannya itu juga bersifat saran di satu sisi. Yusuf mengaku ucapannya itu karena pernah mengikuti pelatihan pers.

“Karena saya ini pernah mengikuti pelatihan jurnalistik untuk buat press rilis jadi saya ajari,” tutur Yusuf.

Yusuf menyebut sarannya itu ditanggapi secara berlebihan oleh Ridwan. Akibatnya, Yusuf tersulut emosi dan melakukan pemukulan.

“Saya sampaikan lalu jawabannya ‘bapak tidak usah banyak bicara, masih ringan kakiku ini lama-lama kakiku melayang di mulutnya bapak’,” kata Yusuf.

“Saya hanya detti-detti (menyentil) mulutnya karena kasar, pokoknya kasar tidak sewajarnya kepala dinas bilang begitu apalagi saya seniornya” ujarnya.

Karena dipolisikan, Yusuf mengaku siap diproses hukum. Dia siap memenuhi panggilan penyidik.

“Nanti hukum yang proses itu, saya sebagai warga negara yang baik kalau ada panggilan saya datang,” tutupnya.