Calon Peserta Pemilu 2024 dari Parlok PAR Kembali di Awasi Oleh Panwaslih Aceh

Panwaslih Aceh akan terus mengawasi semua alur pendaftaran hingga tahap verifikasi administrasi lainnya. "Ini putusan PTUN dan kami akan wajib mengawasinya,"
Faizah
Ketua Panwaslih Aceh Faizah

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Pendaftaran Partai Amanat Reformasi (PAR) Sebagai calon Pesera Pemilu tahun 2024 kembali diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh.

Pasalnya, Ketua Panwaslih Aceh, Faizah menyebutkan langkah tersebut diambil setelah Panwaslih Aceh dan KIP Aceh melakukan rapat untuk menindaklanjuti putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait laporan dugaan pelanggaran verifikasi. 

“PTUN mengeluarkan putusan meminta KIP untuk mencabut kembali surat pengembalian pendaftaran dan diperintahkan KIP, dalam tiga hari sejak dibacakan putusan untuk menindaklanjuti,

Dan hari ketiga jatuhnya pada hari ini, kami dan KIP tadi baru saja rapat terkait putusan PTUN dan KIP sekarang sudah menindaklanjuti putusan PTUN tersebut dan mengeluarkan keputusan KIP nomor 25,” ucap Faizah, Senin (26/9/2022). 

Panwaslih Aceh akan terus mengawasi semua alur pendaftaran hingga tahap verifikasi administrasi lainnya. “Ini putusan PTUN dan kami akan wajib mengawasinya,” kata Faizah. 

Dilihat dari Sistem Informasi Penelurusan Perkara (Siip) PTUN Banda Aceh, nomor perkara 23/G/SPPU/2022/PTUN-BNA, tanggal 22 September 2022, PTUN Banda Aceh mengabulkan seluruh gugatan PAR.  

Kemudian menyatakan batal atau tidak sah lampiran keputusan KIP Aceh Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pendaftaran, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Lokal Peserta Pemilu Anggota DPRA dan DPRK Tahun 2024, Model Pengembalian Pendaftaran KIP-Parlok tanggal 14 Agustus 2022. 

“Mewajibkan tergugat untuk mencabut formulir, model pengembalian pendaftaran KIP-Parlok tanggal 14 Agustus 2022 dan mewajibkan Tergugat untuk memberikan formulir tanda terima model penerimaan lengkap pendaftaran parpol dan model BA penerimaan lengkap pendaftaran parpol,” tulisnya dalam Siip. 

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) menolak laporan Partai Amanat Reformasi (PAR) terkait dugaan pelanggaran verifikasi administrasi partai yang dilakukan oleh KIP Aceh. 

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Panwaslih Aceh Faizah dan didampingi oleh Anggota Panwaslih Aceh yakni Marini, Nyak Arifadillah, Nedi Faizal dan Fahrul Riza Yusuf menyatakan laporan pelanggaran administratif Pemilu tidak dapat diterima dan tidak dilanjuti dengan sidang pemeriksaan.