Cai Changpan yang Ditemukan Tewas Tergantung Ternyata Bekas Tentara China

Sebulan lebih napi Cai Changpan kabur dari Lapas Tangerang. Setelah susah payah 8 bulan menggali lubang untuk kabur dari lapas, WN China itu ditemukan tewas tergantung di hutan.
Cai Changpan
Cai Changpan. Foto Istimewa

ACEHSATU.COM — Sebulan lebih napi Cai Changpan kabur dari Lapas Tangerang. Setelah susah payah 8 bulan menggali lubang untuk kabur dari lapas, WN China itu ditemukan tewas tergantung di hutan.

Terbaru, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri mengungkapkan Cai Changpan ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di gudang pembakaran ban di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 17 Oktober 2020 sekira pukul 10.30 WIB.

Jasad Cai Changpan kemudian diautopsi di RS Polri.

Cai Changpan ditemukan polisi dalam keadaan meninggal dunia diduga gantung diri. Cai Changpan ditemukan tewas di gudang pembakaran ban di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Polisi telah menetapkan dua petugas Lapas Klas 1 Tangerang sebagai tersangka terkait kaburnya napi Cai Changpan. Kedua tersangka tersebut adalah Wadanru 2 dan PNS kesehatan di Lapas Tangerang.

Hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik, kedua tersangka terbukti menyediakan dan menyimpan pompa air yang digunakan Cai Changpan untuk kabur.

Namun Yusri mengatakan kedua tersangka tersebut masih belum menjalani penahanan. Penyidik pun masih mendalami kemungkinan adanya petugas lain yang ikut membantu pelarian gembong narkoba tersebut.

Polisi meyakini Cai Changpan kabur ke kawasan Hutan Tenjo, Kabupaten Bogor. Cai Changpan dinilai punya kemampuan bertahan di dalam hutan karena merupakan mantan tentara China.

Di sisi lain, Cai Changpan juga dulunya sering berburu di kawasan hutan Tenjo. Sehingga dia hafal betul jalur di dalam hutan tersebut.

Tidak mengherankan jika Cai Changpan bisa bertahan di dalam hutan tersebut. Polda Metro Jaya mengerahkan Brimob untuk mengoptimalkan pencarian. Area pencarian pun kini diperluas untuk mempersempit ruang gerak napi Cai Changpan.

Sebagaimana dikutip dari berkas putusan atas nama Cai Changpan, Senin (21/9/2020), Cai melakukan kejahatannya pada Oktober 2016 silam.

Cai ditangkap pada 26 Oktober 2016 pagi di Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi Timur, Tangerang.

Dari penangkapan pertama itu, didapati dari mobil Cai sabu seberat 20 kg. Dari penangkapan itu, polisi menyasar ke gudang di Maja Tangerang.

Di lokasi kedua ini, didapati 90 kg sabu. Ada 70 kg di antaranya disimpan di dalam 5 unit kompresor pembersih kandang ayam.

Aparat tidak tinggal diam dan mencari lagi lokasi penyimpanan sabu. Aparat menyasar sebuah rumah di Desa Tegal Wangi, Jasinga, Bogor. Dari lokasi ini, didapati 25 kg sabu.

Dari penangkapan itu, Cai diproses secara hukum dan berkasnya dilimpahkan ke pengadilan. Kepada majelis hakim, Cai menyatakan ia pernah tinggal di Indonesia selama lima tahun dan kembali lagi ke China. Setelah itu, ia kembali lagi ke Indonesia untuk bisnis jahatnya itu.

Cai mengaku ia hanya disuruh bosnya, Ahong untuk mengedarkan narkoba di atas. Tiap 1 kg sabu, ia mendapatkan upah Rp 4 juta.

Cai sudah menikahi orang Indonesia, Nurhayah pada 2012 dan dikaruniai seorang anak.

Pada 17 Juli 2017, PN Tangerang menjatuhkan hukuman mati kepada Cai. Hukuman mati itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banteng pada 27 September 2017. (*)