Butuh Dukungan Keluarga Agar Vaksin Lansia Berjalan Sukses

Orang Lanjut Usia (Lansia) merupakan sasaran tahap kedua vaksinasi secara nasional setelah tenaga kesehatan sehingga perlu difasilitasi khusus untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Untuk itu diperlukan dukungan tokoh agama, masyarakat dan para keluarga  besar lansia  agar vaksinasi terhadap lansia berjalan sukses.
Vaksin
Dins Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang melakukan vaksinasi serentak untuk manula dan perangkat desa serta kader kampung di seluruh Pukesmas di 12 Kecamatan. Kamis (3/6/2021) acehsatu.com/muhammad Nasir

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Orang Lanjut Usia (Lansia) merupakan sasaran tahap kedua vaksinasi secara nasional setelah tenaga kesehatan sehingga perlu difasilitasi khusus untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Untuk itu diperlukan dukungan tokoh agama, masyarakat dan para keluarga  besar lansia  agar vaksinasi terhadap lansia berjalan sukses.

Saampai saat ini di Aceh, sebanyak 31.308 orang lanjut usia (Lansia) telah menerima vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dosis I di Aceh, atau sekitar 9,2 persen dari target yang mencapai 339.125 orang. Sedangkan vaksinasi dosis II sudah dituntaskan oleh 15.301 Lansia, atau 4,5 persen.

“Para Lansia merupakan sasaran tahap kedua vaksinasi nasional setelah tenaga kesehatan, dan tampaknya perlu difasilitasi khusus untuk meningkatkan cakupan vaksinasinya,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Minggu (10/10/2021).

Ia menjelaskan, para Lansia itu umurnya sudah 60 tahun ke atas, sudah sepuh. Karena itu perlu difasilitasi khusus. Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota telah mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga di Puskesmas Pembantu. TNI/Polri bersama Puskesmas juga menggelar vaksinasi massal di titik terdekat dengan kegiatan masyarakat.

Akan tetapi, sambung juru bicara yang disapa SAG itu, upaya itu tampaknya belum memadai dan masih diperlukan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para keluarga besar Lansia itu sendiri. Para Lansia membutuhkan edukasi dan motivasi dari tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, lanjut SAG, para Lansia umumnya memiliki ketergantungan dengan anak-anaknya. Dukungan anak-anaknya akan sangat membantu meringankan kekhawatirannya terhadap efek ikutan pasca imunisasi (KIPI). Terakhir, dukungan keluarga untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat atau ke tempat vaksinasi massal di gelar.

“Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat sekitar, dan keluarga, sangat membantu para Lansia mewujudkan harapannya mendapat vaksinasi Covid-19,” tutur SAG.

Warga Lapas divaksin
Warga divaksin covid serentak di Aceh tamiang. acehsatu.com/muhammad nasir

Warga Yang Dudah Divaksin

Sementara itu, Nakes yang sudah vaksinasi dosis pertama sebanyak 61.666 orang, atau 109,2 persen dari target awal yang jumlahnya sekitar 56.470 orang. Nakes yang sudah vaksinasi dosis II sebanyak 54.425 orang atau 96,4 persen. Sedangkan Nakes yang sudah mendapat dosis III vaksin Moderna sebanyak 17.872 orang atau 29,6 persen, rincinya.

Kemudian, lanjut SAG, 308.181 petugas pelayanan publik sudah vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dosis I, atau sekitar 64,4 persen dari sasaran yang mencapai 478.489 orang. Vaksinasi dosis II sudah dituntaskan oleh 194.505 orang, atau 40,6 persen.

Selanjutnya masyarakat umum dan kelompok rentan lainnya.

Target vaksinasi kelompok ini berjumlah 2.577.792 orang. Sebanyak 640.838 orang telah melakukan vaksinasi dosis I, atau sekitar 24,9 persen. Sedangkan 261.839 orang, atau sekitar 10,2 persen telah mendapatkan dosis II sesuai waktu yang ditetapkan.

Lebih lanjut, sebanyak 25.298 remaja telah melakukan vaksinasi dosis I di Aceh, atau sekitar 4,4 persen dari target sasaran yang mencapai 577.015 orang. Sedangkan suntikan dosis II telah diberikan kepada 14.346 remaja, atau setara dengan 2,5 persen.

Secara umum, simpulnya, progres vaksinasi dosis I di Aceh sudah mencapai 1.067.291 orang, atau 26,5 persen dari total sasaran yang mencapai 4.028.891 orang. Yang sudah melakukan suntikan dosis II, sebanyak 540.416 orang, atau 13,4 persen. Suntikan dosis kedua terikat dengan waktu suntikan dosis I bagi masing-masing orang dan kelompok sasaran, katanya.

Meski sudah divaksin, SAG menghimbau agar warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan yakni memakai masker saat berada di luar rumah, sering mencuci tangan memakai sabun dengan  menggunakan air yang mengalir dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas bepergian keluar daerah jika tidak ada keperluan mendesak (*)