Nasional

Bupatinya Ditangkap Karena Sering Teler, Bagaimana Nasib Rakyat Ogan Ilir?

ILUSTRASI Ahmad Wazir Noviadi, Bupati Ogan Ilir yang ditangkap BNN karena memakai Narkoba. | DETIK.COM

ILUSTRASI Ahmad Wazir Noviadi, Bupati Ogan Ilir yang ditangkap BNN karena memakai Narkoba. | DETIK.COM

ACEHSATU.COM, JAKARTA Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiadi diciduk BNN karena mengonsumsi narkoba. Usianya masih 27 tahun. Hartanya berlimpah. Namun dia pemakai obat-obatan terlarang. Bagaimana nasib rakyat di daerah yang dipimpinnya?

Nofi maju sebagai calon bupati bersama Ilyaas Panji. Pasangan Nofiadi-Panji mengalahkan pasangan selebriti Helmy Yahya-Mushendi Fazareki yang diusung NasDem dan Partai Demokrat. Helmy-Mushendi sempat menggugat ke Mahkamah Konstitusi, namun gugatannya tak dikabulkan.

Nofiadi-Panji kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir 2016-2021 pada 17 Februari lalu. Tak sampai satu bulan menjabat, Nofi ditangkap BNN karena memakai narkoba di rumah pribadinya. Dia dalam kondisi teler berat, bahkan sampai sehari setelah penangkapan.

Aksi cepat BNN menciduk Nofi bukan tanpa sebab. Mereka sudah mengincar Nofi sejak sebelum pilkada, atau tiga bulan lalu. Tak mau buru-buru, pihak BNN terus mengumpulkan bukti. BNN juga menghindari konflik politik, bila menciduk Nofi menjelang pilkada.

“Kita pendalaman setelah pilkada. Jangan sampai ada anggapan BNN ada kepentingan dari salah satu calon atau pihak. Makanya kita pantau,” terang Buwas saat jumpa pers di Markas BNN, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Pada Minggu (13/3), akhirnya Nofi ditangkap. Berawal dari penangkapan seorang bandar penyuplai narkoba ke Nofi, BNN lalu bergerak ke kediaman pribadi si bupati di Palembang. Di sana, ternyata BNN mendapat perlawanan. Namun akhirnya, Nofi bisa diamankan dalam kondisi ‘tinggi.

Buwas mengatakan, Nofi bukanlah korban. Dia adalah sosok pemimpin daerah yang seharusnya memberi contoh pada rakyatnya. Bila dijadikan korban, maka bisa jadi preseden buruk bagi daerah lain. Tak heran, Buwas berencana menerapkan pasal penjara bagi Nofi cs, ancamannya 4-12 tahun.

Yang terkena imbas paling signifikan tentu saja rakyat. Dipimpin seorang pemakai narkoba, warga Ogan Ilir berpotensi dirugikan. Kebijakan macam apa yang bisa diambil dalam kondisi teler narkoba?

“Bagaimana seseorang menjadi panutan masyarakat tetapi dia menyalahgunakan narkoba,” tanya Buwas.

Ogan Ilir adalah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jaraknya terletak 35 km dari kota Palembang. Pada 2013, jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir mencapai 450.933 jiwa atau 117.783 kepala keluarga dengan pertumbuhan penduduk mencapai 2 persen dengan luas wilayah 2.382,48 km persegi.

Jumlah kecamatan dalam Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 16 kecamatan terdapat 227 desa dan 14 kelurahan.

Nofi adalah putra keempat mantan Bupati Ogan Ilir dua periode, Mawardi Yahya. Nofi melanjutkan estafet kepemimpinan ayahnya di Kabupaten Ogan Ilir setelah menang di Pilbup Ogan Ilir 2015. Ogan Ilir adalah kabupaten yang berjarak 31 km dari Palembang, ibu kota Sumsel.

Sebagai politisi muda, Nofi memiliki kekayaan berlimpah. Dalam laporan harta kekayaannya, dia tercatat memiliki harta lebih dari Rp 20 miliar, tepatnya Rp 20.319.445.000.

Tanah miliknya tersebar di Kota Palembang. Luas tanah yang dimilikinya di Palembang terhitung tak luas. Tercatat Nofiadi memiliki 7 petak tanah dengan luas 14 m2, 28 m2, 45 m2, 38 m2, 32 m2, 15 m2, dan 6 m2. Nilai total 7 petak tanah itu sekitar Rp 4,9 miliar.

Dia juga memiliki tanah seluas 762 meter persegi dan bangunan 150 meter persegi di Sleman, Yogyakarta, dengan nilai Rp 2 miliar. Nilai harta terbesarnya ada di harta bergerak, khususnya di mobil. Nofiadi tercatat memiliki 10 mobil Mercy dengan nilai total Rp 9 miliar, Jeep Wrangler Rp 600 juta, Range Rover Rp 1,248 miliar, dan Honda CR-V Rp 300 juta.

Harta lainnya dalam bentuk logam mulia senilai Rp 700 juta dan giro senilai Rp 1,55 miliar. Nofiadi belum memiliki istri.(DETIK)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top