Bupati Surati Gubenur, Minta Tinjau Ulang Penetapan Zona Merah, Ini Isinya

Bupati Surati Gubenur, Minta Tinjau Ulang Penetapan Zona Merah, Ini Isinya

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG –  Bupati Aceh Tamiang meminta  Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah agar meninjau ulang penetapan status Aceh Tamiang masuk dalam zona merah Covid-19.

Permintaan tersebut dituangkan dalam surat bernomor  440/029 tanggal 6 Juni 2020 prihal  permohonan peninjauan ulang status Zona Merah untuk Kabupaten Aceh Tamiang yang di tujukan kepada Plt Gubenur Aceh, langsung di tandatangani Bupati Aceh Tamiang, H Mursil SH MKn yang diterima  Acehsatu.com, Senin (8/6/2020)

Surat tersebut di tuangkan dalam empat poin,  ini poin surat tersebut,

  1. Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri nomor 440/830 tahun 2020 tanggal 27 Mei 2020 tentang Pedoman tetanan normal baru produktif  dan aman Covid-19 bagi aparatur ASN di lingkungan Kementrian Dalam Negeri  dan Pemerintah Daerah.
  2. Surat Edaran (SE) Gubenur Aceh nomor 440/7810 tanggal  2 Juni 2020 tentang penerapan  masyarakat  produktif dan aman Covid-19  pada kriteria  zona merah  dan zona hijau di Aceh.
  3. Gugus tugas percepatan penangganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang yang termaktum dalam Bab II pedoman tatananan normal baru  produktif dan aman Covid-19, tabel I pemetaan kondisi epidemologi  suatu daerah, Aceh Tamiang hanya ada  kasus  jumlah penderita positif selam setidaknya 14 hari mendatar, jumlah ODP, PDP nihil,  jumlah kematian  nihil  serta penularan  langsung  Covid-19 pada petugas  kesehatan nihil.
  4. Sehubungan hal tersebut di atas kami mohon kepada Plt Gubenur Aceh untuk dapat meninjau ulang status zona merah untuk Kabupaten Aceh Tamiang.

baca : https://acehsatu.com/bupati-berang-aceh-tamiang-ditetapkan-zona-merah-covid-19-kriterianya-apa/

Sebelumnya diberitakan media ini, Bupati Aceh Tamiang, Mursil berang Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan daerah yang dipimpinnya berstatus zona merah Covid-19 tanpa di ketahui dasar dan kriteria penetapannya.

“Apa dasarnya Aceh Tamiang dan daerah lain di Aceh ditetapkan sebagai wilayah zona merah covid-19  dan zona hijau,” ujar Bupati Mursil dengan nada tinggi.

Menurut Bupati, semua intruksi provinsi dalam pencegahan Covid-19 dilaksanakan kabupaten ini bahkan sebelum daerah lain berbuat kita sudah action. “Tanggal 16 Maret Pusat tetapkan bencana nasional, dua hari kemudian kita sudah action menjaga perbatasan Aceh dengan mendirikan Posko di Terminal Kualasimpang menjaga agar orang masuk ke Aceh bebas Covid-19,” ujarnya.

Sebelum orang memberikan bantuan dampak Covid-19, tamiang sudah duluan membagikan beras kepada warga yang berdampak pandemi Covid-19 dari bantuan ASN selama tiga bulan.

“Sebelum daerah lain mewajibkan warga pakai maker kita duluan menetapkan warga wajip pakai masker begitu juga dilingkungan pemerintah, duluan kita juga melaksanakannya,” ujarnya.

Jika dikatakan, ada warga Tamiang yang positif terpapar Covid-19 mereka bukan terpapar di Aceh Tamiang tapi dibawa masuk ke Tamiang dan sembuh semua.

“Rakyat komplain nanyak ke kita apa dasar dan kriteria Tamiang ditetapkan zona merah,” ujarnya.

Apa yang harus kita jawab, karena Tim Gugus Covid-19 Aceh tidak pernah memberikan sepucuk surat pemberitahuan ini kriteria daerah zona hijau dan ini kriteria daerah zona merah.

baca juga : https://acehsatu.com/ini-9-daerah-di-aceh-berstatus-zona-merah-covid-19/

“Sekarang kita tidak tahu mau buat apa biar tamiang keluar dari zona merah dan dapat zona hijau, mana dasar dan kriterianya, ”  kata Bupati mempertanyakan.(*)