Bupati Mursil Resmikan PKS Terbesar di Aceh Tamiang, Kapasitas 45 Ton per Jam

Berdirinya PKS baru ini diharapkan mampu mengolah hasil produksi selain kebun mereka sendiri dan juga sawit masyarakat untuk memperoleh minyak dan inti yang lebih efisien, karena TBS tidak perlu lagi dijual ke luar Aceh Tamiang
Bupati Mursil resmikan pabrik sawit kapasitas 45 ton per am
Bupati Mursil meninjau pengolahan TBS di pabrik kelapa sawit (PKS) yang baru selesai dibangun di wilayah hulu Aceh Tamiang dengan kapasitas produksi 45 ton/jam, Kamis (15/9/2022

ACEHSATU.COM | Kuala Simpang – Pabrik kelapa sawit (PKS) PT Bumi Tamiang Sentosa (BTS) berlokasi di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tenggulun diresmikan oleh Bupati Aceh Tamiang Mursil, Kamis (15/9).

“PKS yang baru diresmikan kemarin berskala besar kapasitasnya sampai 45 ton per jam.

Tentunya juga akan banyak menyerap tenaga kerja lokal terutama masyarakat wilayah hulu,” kata Mursil di Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat.

Mursil menyebutkan prosesi peresmian pabrik sawit berlangsung hari Kamis (15/9). Setelah pemotongan pita Mursil meninjau ruang pengolahan TBS bersama komisaris utama (Komut) perusahaan.

Bagi Mursil kehadiran PKS BTS merupakan cinderamata untuk Aceh Tamiang di akhir masa kepemimpinannya Desember 2022.

Mursil optimis bertambahnya pabrik sawit di Aceh Tamiang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan secara signifikan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Selain terbukanya lapangan pekerjaan juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tandan buah segar (TBS) milik petani bisa tertampung,” ujarnya.

Mursil menyadari saat ini ketersediaan lahan perkebunan sawit di Aceh Tamiang sangat luas, tetapi jumlah pabriknya masih terbatas.

Berdirinya PKS baru ini diharapkan mampu mengolah hasil produksi selain kebun mereka sendiri dan juga sawit masyarakat untuk memperoleh minyak dan inti yang lebih efisien, karena TBS tidak perlu lagi dijual ke luar Aceh Tamiang.

“Dalam tahun ini sudah dua unit PKS baru dibangun di Aceh Tamiang kapasitas 30 ton dan 45 ton per jam. Sehingga saat ini sudah ada 13 unit PKS di Aceh Tamiang.

Kita ketahui permintaan komoditas crude palm oil (CPO) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sehingga dibutuhkan pabrik sawit yang banyak,” ucapnya.

Sebagai Kepala Daerah Mursil akan terus mendorong pihak swasta untuk berinvestasi di Aceh Tamiang. Mursil bersama masyarakat akan menjamin keamanan para investor dan keberadaan aset.

Manager PKS PT BTS Ngari Ika Ono melalui keterangan pers menyampaikan pabrik akan beroperasi mengolah TBS dengan kapasitas produksi 30-45 ton per jam.

Diperkirakan akan menyerap puluhan karyawan dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Dengan beroperasinya pabrik ini diharapkan roda perekonomian dapat tumbuh dengan cepat. Kami juga berkomitmen akan menyalurkan investasi sosial dari dana CSR untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan,” kata Ika Ono.