Bupati Berang, Aceh Tamiang Ditetapkan Zona Merah Covid-19, Kriterianya Apa  

Bupati Berang, Aceh Tamiang Ditetapkan Zona Merah Covid-19, Kriterianya Apa  

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang, Mursil berang Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan daerah yang dipimpinnya berstatus zona merah Covid-19 tanpa di ketahui dasar dan kriteria penetapannya.

“Apa dasarnya Aceh Tamiang dan daerah lain di Aceh ditetapkan sebagai wilayah zona merah covid-19  dan zona hijau,” ujar Bupati Mursil dengan nada tinggi.

Menurut Bupati, semua intruksi provinsi dalam pencegahan Covid-19 dilaksanakan kabupaten ini bahkan sebelum daerah lain berbuat kita sudah action. “Tanggal 16 Maret Pusat tetapkan bencana nasional, dua hari kemudian kita sudah action menjaga perbatasan Aceh dengan mendirikan Posko di Terminal Kualasimpang menjaga agar orang masuk ke Aceh bebas Covid-19,” ujarnya kepada Acehsatu.com, Jumat (5/6/2020).

Sebelum orang memberikan bantuan dampak Covid-19, tamiang sudah duluan membagikan beras kepada warga yang berdampak pandemi Covid-19 dari bantuan ASN selama tiga bulan.

“Sebelum daerah lain mewajibkan warga pakai maker kita duluan menetapkan warga wajip pakai masker begitu juga dilingkungan pemerintah, duluan kita juga melaksanakannya,” ujarnya.

Jika dikatakan, ada warga Tamiang yang positif terpapar Covid-19 mereka bukan terpapar di Aceh Tamiang tapi dibawa masuk ke Tamiang dan sembuh semua.

“Rakyat komplain nanyak ke kita apa dasar dan kriteria Tamiang ditetapkan zona merah,” ujarnya.

Apa yang harus kita jawab, karena Tim Gugus Covid-19 Aceh tidak pernah memberikan sepucuk surat pemberitahuan ini kriteria daerah zona hijau dan ini kriteria daerah zona merah.

“Sekarang kita tidak tahu mau buat apa biar tamiang keluar dari zona merah dan dapat zona hijau, mana dasar dan kriterianya ”  kata Bupati mempertanyakan.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan 9 Kabupaten/Kota di Aceh berstatus zona merah dan 14 kabupaten/kota zona hijau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penetapan zona tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh Nomor 440/7810 tanggal 2 Juni 202. Surat edaran (SE) tersebut juga ditembuskan ke Ketua Gugus Tugas Covid-19 Indonesia dan Forkopimda Aceh.

Berikut rincian Kabupaten/Kota di Aceh yang masuk dalam kriteria zona hijau dan zona merah.

14 Kabupaten/Kota yang berstatus zona hijau yaitu:

Pidie Jaya,  Aceh Singkil,  Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tengah,  Aceh Barat, Aceh Selatan, Kota Sabang, Kota Langsa, Aceh Timur,  Aceh Besar.

Sedangkan 9 Kabupaten/Kota yang berstatus dengan Zona Merah yaitu:

Banda Aceh, Pidie, Simeulue, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Utara.

Berkenaan dengan hal itu, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh meminta Pemerintah Kabupaten/Kota dengan kriteria zona merah covid-19 agar melaksanakan:

Pertama: Penerapan tetap di rumah kecuali untuk kebutuhan pokok dan obat-obatan, mengawasi dan membubarkan keramaian dan orang berkumpul dengan memberdayakan Satpol PP/WH kabupaten/kota serta TNI/Polri.

Kedua: Penerapan protokol kesehatan secara ketat terutama tidak berkumpul, menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun.

Ketiga: Meningkatkan sistem pengawasan di perbatasan baik antar provinsi maupun kabupaten/kota terhadap arus barang dan orang.

Keempat: Ketentuan tentang testing yang masif bagi masyarakat, tracing yang agresif dan isolasi yang ketat serta treatment yang dapat menyenmbuhkan pasien Covid-19.

Kelima: Peningkatan kapasitas layanan kesehatan seperti kecukupan logistik yang memadai (APD, PCR, Rapid Tes dan lain-lain), kecukupan tempat tidur dan sarana kesehatan lainnya.

Keenam: Kesiapan pemerintah Gampong dalam menghadapi pandemi Covid-19 agar memantau setiap orang yang berpotensi untuk menyebarkan Covid-19.

Ketujuh: Menegakkan protokol kesehatan di tempat umum, mengatur jam dan tempat kerja.

Kedelapan: Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan Covid-19 bersama dengan Forkopimdan kabupaten/kota. (*)