Buntut Alat HD tak Difungsikan, Kini dr Abdullah Harus Minggir dari RSUZA

Pemerintah Aceh bergerak cepat merespon polemik alat cuci darah yang tidak difungsikan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Pelayanan di RSUDZA
Foto: Komisi V DPR Aceh (Dok. Komisi V DPRA).

dr Abdullah Harus Minggir dari RSUZA

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bergerak cepat merespon polemik alat cuci darah yang tidak difungsikan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Tak hanya dilakukan audit, permasalahan tersebut kini berbuntut pada pemindahan dr Abdullah SpPD-KGH, yang sebelumnya menjabat Kepala Instalasi Hemodialisa RSUZA ke Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Aceh.

Diberitakan media ini sebelumnya, sebuah informasi mengejutkan terungkap dari Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Hal ini mengenai tata kelola sejumlah alat kesehatan yang tersedia di Badan Layanan Umum milik Pemerintah Aceh tersebut.

Dari sejumlah alat kesehatan yang dimiliki RSUZA, satu di antaranya yakni alat cuci darah atau yang disebut hemodialisis, dilaporkan telah teronggok alias tidak difungsikan meski sudah tersedia sejak dua tahun terakhir.

Sementara dr Abdullah SpPD-KGH yang saat itu dikonfirmasi terkait masalah ini menyebut, bahwa dirinya tidak mengetahui perihal adanya alat cuci darah (HD) yang tidak difungsikan.

“Saya nggak tahu, karena di ruang Instalasi HD rumah sakit lama tidak ada mesin yang terbengkalai,” jelas dr Abdullah kepada acehsatu.com melalui pesan Whatsapp, Jumat (26/3/2021) malam.

Usai pemberitaan sengkarut tata kelola alat cuci darah ini, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah langsung memerintahkan jajaran Inspektorat Aceh untuk melakukan audit terhadap permasalahan tersebut.

“Sudah dilakukan audit sesuai perintah pak Gubernur. Hasil audit juga sudah diserahkan,” kata Kepala Inspektorat Aceh, Zulkifli, Rabu (19/05/2021).

Kini nama sang dokter tidak lagi tercatat sebagai pegawai yang berdinas di RSUZA. Itu karena dokter Abdullah sudah didepak menjadi staf yang ditempatkan sementara di BPSDM.

Informasi pergeseran ini sebagaimana dibenarkan kepala BPSDM Aceh, Syaridin.

“Sesuai dengan surat yang kami terima untuk sementara iya ditempatkan di BPSDM,” terangnya, Rabu (19/5/2021).

Informasi Mengejutkan … Simak Halaman Berikut—–>