BREAKING NEWS: Polisi dan TNI Bersenjata Laras Panjang Cekcok di Tambang Emas Geumpang

Polda Aceh memberikan penjelasan terkait gesekan antara personel kepolisian dengan TNI yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.
Penambangan Ilegal
Foto tangkapan layar Twitter/@AlifKamal__

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Sejumlah polisi dan tentara bersenjata laras panjang terlibat cekcok saat proses menertibkan tambang emas ilegal di Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie beberapa waktu lalu.

Polda Aceh memberikan penjelasan terkait gesekan antara personel kepolisian dengan TNI yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan Kamis (30/9/2022) mengatakan polisi sempat dihadang warga saat tim balik ke Polres Pidie.

Mulanya, polisi menertibkan tambang ilegal yang melibatkan sejumlah warga.

Ada empat terduga pelaku penambangan ilegal yang dibawa untuk diperiksa. Termasuk satu unit alat berat ekskavator.

Dalam penindakan itu, petugas sudah mengamankan empat terduga pelaku penambangan ilegal dan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Hitachi.

Namun, aparat dihadang warga saat ingin membawa terduga pelaku ke Polda Aceh. Penghadangan terjadi tepatnya di Tower KM12. Situasi berhasil ditenangkan.

Namun, di Jalan Geumpang-Meulaboh, KM 18 petugas kembali dicegat oleh sekelompok warga. Saat itu, ada sejumlah personel TNI dari Koramil Geumpang yang berupaya menenangkan warga.

Anggota polisi sempat cekcok dengan personel TNI yang bersama warga. Akan tetapi, situasi kembali tenang dan massa membubarkan diri.

“Setelah dilakukan negosiasi dan diberi pemahaman, akhirnya massa bubar dan tim kembali ke Polres dengan selamat. Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah kondusif,” kata Winardy.

Dalam video yang beredar terlihat beberapa petugas TNI dan Brimob bersenjata lengkap di lokasi.

Kemudian, terdapat satu momen ketika seorang anggota Brimob sengaja menantang menabrakkan badannya ke personel TNI.

Namun situasi panas tak berlangsung lama. Keduanya dipisahkan oleh warga dan petugas lain di lokasi.

Winardy juga mengatakan, TNI-Polri memastikan situasi di lapangan saat ini aman dan kondusif.

Polda Aceh juga akan mendorong pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar kegiatan tambang rakyat tidak merusak lingkungan dan memiliki izin.

Selain itu juga diharapkan masyarakat ikut serta memperbaiki dan menjaga lingkungan. (*)