BREAKING NEWS – Masyarakat Aceh di Malaysia Mulai Dilanda Kelaparan

BREAKING NEWS – Masyarakat Aceh di Malaysia Mulai Dilanda Kelaparan

ACEHSATU.COM | KUALA LUMPUR – Masyarakat Aceh di Malaysia saat sudah dalam kondisi mengkawatirkan setelah kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau Lockdown yang masih berlaku hingga hari ini.

Informasi terkini situasi masyarakat Aceh di Malaysia disampaikan dalam pernyataan tertulis perwakilan masyarakat Aceh di seluruh Malaysia dan diteruskan kepada ACEHSATU.com oleh seorang warga Aceh di Kuala Lumpur, Tgk Fahmi M Nasir, Kamis (23/4/2020).

Dalam siaran pers perwakilan masyarakat Aceh di Malaysia menyatakan, PKP menyebabkan warga Aceh tidak dapat bekerja untuk sementara waktu sehingga mereka kehilangan pendapatan dan akibatnya tidak dapat membeli sembako.

Dilaporkan, pada masa yang sama permintaan bantuan sembako dari rakyat Aceh di seluruh pelosok Malaysia terus meningkat dari hari ke hari.

Bahkan ada beberapa kawasan yang sudah menyampaikan bahwa mereka sudah mulai kelaparan karena belum ada bantuan yang diterima.

Hal ini secara otomatis menyebabkan biaya yang diperlukan untuk terus menyediakan bantuan sembako ini juga semakin meningkat dan perlu disediakan secepat mungkin.

Sementara itu  jumlah donatur yang membantu juga berkurang drastis karena hampir 50 persen pengusaha Aceh yang bergerak di bidang-bidang selain kedai runcit, harus menutup usaha mereka.

Hal ini sejalan dengan kebijakan PKP yang memerintahkan semua usaha di luar bidang kebutuhan pokok (essensial services) untuk ditutup sepanjang PKP diterapkan.

Kondisi ini tentu semakin menyulitkan bagi para donatur dan relawan yang selama ini berswadaya memberikan bantuan.

Oleh karena itu, masyarakat Aceh di Malaysia mengharapkan Pemerintah Aceh untuk segera memberikan perhatian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh rakyat Aceh di Malaysia.

Mengingat ancaman kelaparan yang dihadapi oleh masyarakat Aceh di Malaysia dan semakin berkurangnya kemampuan donatur di sini untuk membantu mereka, maka kami sangat mengharapkan Pemerintah Aceh untuk segera mengalokasikan dana bantuan sembako kepada rakyat Aceh di Malaysia yang sedang dilanda kesusahan akibat dampak dari wabah COVID-19.

Alokasi bantuan tersebut dapat disalurkan secara langsung baik melalui komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ataupun saluran lain yang dipercaya oleh Pemerintah Aceh.

Dalam laporannya, Perwakilan masyarakat Aceh meminta Pemerintah Aceh perlu segera mengambil langkah yang luar biasa dalam rangka menghadapi situasi yang luar biasa ini.

“Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh ini paling tidak akan membuat masyarakat Aceh yang sedang di sana dapat bertahan hidup, sampai PKP berakhir, sehingga mereka tidak berbondong-bondong pulang ke Aceh dalam situasi darurat ini, yang secara otomatis akan menambah beban Pemerintah Aceh dalam mengatasi wabah COVID-19 di daerah kita.” (*)