Breaking News, Aceh Utara Kembali Banjir

Aceh Utara kembali banjir, sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dilaporkan kambali diterjang banjir akibat meluapnya sungai, ketinggian air bervariasi hingga 1 meter dan saat ini air terus bertambah di pemukiman.
Aceh Utara kembali banjir, sejumlah desa di Kecamatan |Matangkuli, Pirak Timu dan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dilaporkan kambali diterjang banjir akibat meluapnya sungai, ketinggian air bervariasi hingga 1 meter dan saat ini air terus bertambah di pemukiman. | foto IST

Aceh Utara Kembali Banjir

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Aceh Utara kembali banjir, sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dilaporkan kambali diterjang banjir akibat meluapnya sungai, ketinggian air bervariasi hingga 1 meter dan saat ini air terus bertambah di pemukiman.

BACA JUGA: Curhat Pengungsi Banjir Aceh Utara ke Kapolda: Anak Kami Mulai Gatal-gatal

Seorang warga di Kecamatan Matangkuli, Bustanul Hakiki, Jumat menjelang siang, mengatakan bahwa banjir memasuki pemukiman penduduk di desanya akibat meluap Krueng (Sungai) Pirak.

“Air mulai memasuki ke pemukiman penduduk terlihat sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi, dan saat ini airnya terus bertambah,” kata Bustanul Hakiki yang juga Ketua Pemuda Gampong Siren, Matangkuli menerangkan.

Dia mengatakan ketinggian air di badan jalan saat ini sudah mencapai hampir 1 meter di titik tertentu.

Rumah warga juga dilaporkan sudah mulai terendam banjir, bahkan dirinya sudah memindahkan kedaraan ke tempat lebih tinggi karena khawatir akan tenggelam jika airnya terus bertambah.

"Kabarnya di atas (Kabupaten tetangga) kemarin hujan deras, sehingga kiriman dari sana meluap kemari. Di sini tadi malam ada hujan, tetapi cuma sebentar," sebut Bustanul.

Seorang warga lainnya di Desa Dayah LT, Kecamatan Lhoksukon, Nasruddin juga membenarkan bahwa air kembali memasuki pemukiman penduduk.

"Sudah (banjir) lagi, karena ada tanggul Krueng Peutoe yang jebol kemarin, sehingga begitu debit air tinggi di sungai, maka airnya langsung masuk (ke pemukiman penduduk), teranya.

Sejumlah grup WhatsApp juga mulai menginformasikan kondisi banjir tersebut. Namun hingga kini belum diketahui pasti desa mana dan kecamatan mana saja yang mulai diterjang banjir lagi. (*)