BPS Kembali Catat Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan Satu 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh triwulan satu 2021 mengalami penurunan 1,95 persen secara year on year (yoy) yang dipicu penurunan pertumbuhan hampir di seluruh lapangan usaha.
Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan Satu 2021
Ilustrasi - Perajin tikar pandan dari kelompok masyarakat pesisir berjalan ke pasar di Banda Aceh, Selasa (28/12). (ANTARA/Ampelsa)

Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan Satu 2021

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh triwulan satu 2021 mengalami penurunan 1,95 persen secara year on year (yoy) yang dipicu penurunan pertumbuhan hampir di seluruh lapangan usaha.

“Ekonomi Aceh triwulan satu 2021 dengan migas turun 1,95 persen dan tanpa migas turun 2,15 persen,” kata Kepala BPS Aceh Ihsanurijal di Banda Aceh, Rabu (5/5/2021).

Dia menjelaskan ekonomi Aceh dengan migas triwulan satu 2021 terhadap triwulan satu 2020 turun sebesar 1,95 persen secara yoy, sementara capaian triwulan satu 2020 turun sebesar 3,45 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan Satu 2021
Ilustrasi – Perajin tikar pandan dari kelompok masyarakat pesisir berjalan ke pasar di Banda Aceh, Selasa (28/12). (ANTARA/Ampelsa)

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Aceh secara yoy triwulan satu 2021 tanpa migas turun sebesar 2,15 persen, sementara capaian triwulan satu 2020 turun sebesar 4,55 persen.

Sehingga, kata dia, BPS mencatat perekonomian Aceh triwulan satu 2021 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp41,68 triliun, sementara PDRB tanpa migas sebesar Rp40,39 triliun.

“Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi yoy dicapai oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 10,37 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi yoy ada di komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 61,66 persen,” katanya.

Ia menjelaskan lapangan usaha yang mengalami penurunan pertumbuhan signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,63 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 8,64 persen serta jasa keuangan sebesar 7,68 persen.

“Di sisi lain beberapa lapangan usaha masih mengalami pertumbuhan positif, di antaranya industri pengolahan sebesar 10,37 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,85 persen dan pertambangan penggalian sebesar 6,96 persen,” katanya.

Menurut dia bila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan satu 2021 secara yoy, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 0,50 persen, industri pengolahan sebesar 0,44 persen dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,29 persen.

“Namun sebaliknya, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sumber pertumbuhannya negatif yaitu sebesar 1,43 persen,” katanya lagi. (*)