oleh

BPCB: Tipologi Nisan Makam di Leubok Tuwe Lebih Tua dari Makam Sultan Malikulsaleh

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Badan Pelestarian Cagar dan Budaya wilayah D.I Aceh dan Sumatera Utara membenarkan bahwa situs pada makam yang terletak di Desa Leubuk Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara merupakan makam tertua di Aceh.

Makam tersebut diperkirakan lebih tua dari makam Sultan Malik Al Saleh.

Andi Irfan Syam dan Lucki Armanda dari BPCB Aceh didampingi oleh Kabid Kebudayaan Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Utara beserta Keuchik Leubok Tuwe. Foto Irfan

Makam Malik Al Saleh yang tertera pada nisan makam Sultan Malik As-Shaleh tahun 696 H. atau tahun 1297 M.

Dalam hal ini, makam Raja Ahmad diperkirakan lebih tua dari makam Sultan Malik Al Saleh

Hal tersebut dibuktikan dengan prototipe batu yang terdapat pada situs makam Raja Ahmad sebutan warga setempat.

Andi Irfan Syam dan Lucki Armanda dari BPCB Aceh mengatakan, Situs tersebut sudah di data sejak 2017 lalu dalam sistem cagar budaya

“objek tersebut dalam proses pendaftaran, Nama Sistus yang kami data bernama Komplek Mahmud Al Alaiq sesuai dengan nama yang tertulis pada nisan tersebut” tegas Irfan

Baca Juga: Tanah Luas Tempat Bersemayamnya Putri Raja Kayan dari Pulau Borneo

Irfan menambahkan, tipologi batu Aceh pada makam lubok tuwe merupakan batu yang tua, batu tersebut lebih prototipe awal sejenis tipe pasai dan BPCB Model batu tersebut juga tersebar di Banten dan Sumatera Selatan. Ujar Irfan

Irfan menambahkan, bedasarkan amanah Undang-undang Cagar Budaya, objek budaya wajib dilindungi.

Atas kejadian pembongkaran yang dilakukan OTK pada situs makam di Desq Leubuk Tuwe, BPCB mendesak aparat mengusut kasus tersebut dengan tuntas.

Baca Juga: Besok, PELISA dan CISAH Bersihkan Makam Ahlul Bait Rasulullah di Geudong Aceh Utara

Irfan mengajak, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk mensosialisasikan Undang-undang cagar budaya kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak lagi terjadi terkait dengan pengerusakan benda sejarah dan cagar budaya.

Dalam konteks ini Irfan menegaskan, pihak pemerintah daerah harus lebih berperan dalam menjaga situs sejarah dan budaya di daerahnya.

Baca Juga: Nisan Bersurat Dibongkar OTK, CISAH Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku

Untuk diketahui, Makam tua yang terletak di Kampung Leubuk Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, ditemukan dalam keadaan rusak.

Diduga, ada orang yang sengaja membongkar makam tua itu.

Muncul banyak dugaan terkait motif pelaku. Mulai dari menuntut ilmu sihir hingga mencari harta karun.

Peristiwa ini diketahui pertama kali oleh seorang warga pada Senin, 28 Januari 2019.

Baca Juga: MAPESA dan CISAH Sambut Lawatan Profesor Othman Mohd. Yatim Penggerak Perlindungan Situs Sejarah Islam

 Saksi mata melihat kondisi makam yang rusak ketika hendak pulang dari kebun cabainya.

Baca Juga: VIDEO Aktivis Mapesa Memugar Peninggalan Sejarah Aceh

Awalnya, saksi melihat ada urukan tanah di dalam bangunan makam. Merasa curiga, saksi mencoba melihat ke dalam bangunan dan menemukan makam tua yang diyakini keramat tersebut sudah digali.

Saksi kemudian memberitahukan temuannya kepada warga. Oleh warga, informasi tersebut dilaporkan ke kepolisian.

 

Komentar

Indeks Berita