oleh

BPBA dan Dinsos Aceh Raih Penghargaan GeRAK

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Dua lembaga ini, Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan Dinas Sosial Aceh (Dinsos) menjadi andalan Pemerintahan Aceh, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah serahkan penghargaan dari GeRAK, dua duet maut tersebut terwakili atas kinerja kedua pimpinannya, HT. Ahmad Dadek dan Drs H Al-Hudri, MM, Rabu (30/1/2019).

Penyerahan penghargaan dari GeRAK tersebut diterima kemarin pada Selasa (29/1/2019) oleh kedua lembaga yang dianggap responsif terhadap situasi bencana Aceh yang bisa saja terjadi tiba-tiba.

“Duet Pak Alhudri dengan Pak Dadek ini adalah duet maut. Saya sudah tes, mereka ini cepat sekali kalau merespon bencana,” ujar Nova Iriansyah.

Kadis Sosial Aceh, AL-Hudri saat menerima penghargaan GeRAK diserahkan oleh Plt. Gubernur Nova Iriansyah, FOTO: Dok. BPBA

Hal itu disampaikan saat dirinya menjadi pembicara di Talkshow GeRAK Aceh yang bertajuk “Aceh Hebat, APBA 2019, Arah Pembangunan Mau Kemana?”, di hotel seputaran Simpang Lima, Banda Aceh, kemarin.

GeRAK Aceh memberikan penghargaan kinerja selama 2018 kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek, dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur.

Dinsos dianggap bagus dalam merespon bencana, hanya dalam waktu satu jam sudah berada di lokasi, sebab Dinas Sosial Aceh memiliki Taruna Siaga Bencana (Tagana) di setiap kabuapten-kota di seluruh Aceh.

“Saya sudah lihat di setiap ada bencana yang saya turun, seperti di Trumon Aceh Selatan, dan di beberapa daerah lain, Tagana ini selalu siaga di lokasi bencana. Karena itu tidak perlu saya datang, ngapain saya ke lokasi, nanti disebut pencitraan lagi, karena yang paling penting datang itu Pak Alhudri, Tagana dan logistiknya. Tapi saya selalu memantaunya 24 jam,” tegas Nova.

Pemerintah Aceh sudah berusaha bekerja optimal dalam melayani dan mewujudkan visi-misi Pemerintah Aceh Hebat kendatipun belum optimal.

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani mengatakan pemberian reward kepada Plt Gubernur Aceh itu karena telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengakhiran terhadap 98 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Aceh.

Penilaian yang sama juga diberikan kepada Dinas ESDM Aceh selaku pihak yang menginisiasi sehingga dikeluarkan SK pengakhiran atau pencabutan 98 IUP bermasalah tersebut.

GeRAK Aceh sudah cukup lama yakni sejak 2014 mendorong Pemerintah Aceh untuk mencabut atau mengakhiri IUP bermasalah di Aceh, dan baru tahun 2018 ini diakhiri.

Melalui dikeluarkan SK pengakhiran 98 IUP tersebut maka memberi dampak positif terhadap keselamatan hutan dan lahan sehingga komitmen pemerintah atas perbaikan tata kelola pertambangan perlu diberikan penghargaan.

“Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Dinas ESDM Aceh telah menunjukkan komitmen perbaikan tata kelola pertambangan di Aceh,” ujar perwakilan GeRAK, Askhalani.

Dari keterangan persrilisnya, Gerak menyebutkan bahwa penghargaan untuk Dinas Sosial Aceh dan BPBA dilihat berdasarkan kinerja baik dalam hal respon cepat kebutuhan publik baik saat adanya bencana maupun tidak serta cepat menyikapi kebutuhan-kebutuhan sosial lainnya seperti menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Berdasarkan pengukuran kinerja baik ini, Dinsos dan BPBA masuk dalam kategori berkinerja baik karena respon cepat dari kedua instansi tersebut,” tutur Askhalani.

Dalam kesempatan itu, Askhalani juga menuturkan SKPA berkinerja sedang itu adalah mampu berkinerja secara baik dan teratur dari segi pengelolaan anggaran, kemampuan dalam berinovasi serta dapat menjembatani kebutuhan publik.

Selain itu, Askhalani menambahkan bahwa penghargaan ini juga bagian dari proses keterlibatan GeRAK Aceh mengawal kerja-kerja SKPA dalam mengelola dana publik, dan penilaian atas kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. (*)

Sumber: Info WA Grup BPBA

Komentar

Indeks Berita