Bocah 12 Tahun Meninggal Setelah Jatuh Kesaluran Irigasi dan Terbawa Arus Banjir di Aceh Utara

Air disaluran irigasi saat sedang deras karena luapan banjir, korban terperosok dan jatuh kedalam saluran irigasi yang dipenuhi luapan air banjir dan terseret arus.
Terpleset Arus Banjir
Ilutrasi Seorang Bocah 12 Tahun meninggal terseret arus Banjir di Aceh Utara

ACEHSATU.COM | Lhoksukon,- Seorang bocah 12 Tahun warga Gampong Meuriah, Kecamatan Matangkuli, dikabarkan tewas tenggelam terbawa arus banjir saat bermain dan mandi di saluran irigasi bersama kawan sebayanya. 

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wib, dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Sar, Polsek, Polres, dan anggota koramil Matang kuli Pada pukul 15.30, Minggu, (02/01/2022). 

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K, MM, melalui Kapolsek Matangkuli AKP Asriadi mengungkapkan, kejadian bermula ketika korban yang diketahui bernama TM Andika bersama beberapa teman sebayanya sedang bermain dan berenang dekat saluran irigasi, tiba-tiba korban terpleset dan jatuh terperosot kedalam saluran irigasi yang saat itu arus sedang deras akibat luapan banjir.

“Air disaluran irigasi saat sedang deras karena luapan banjir, korban terperosok dan jatuh kedalam saluran irigasi yang dipenuhi luapan air banjir dan terseret arus.anjir”, ungkap AKP Asriadi. 

Melihat Andika terjatuh, teman-teman sebayanya berusaha mencoba menolongnya, namun na’as, korban tenggelam dan terbawa arus air saluran irigasi yang mengalir ke sungai Gampong Parang IX Kecamatan Matangkuli, ujar AKP Asriadi

Tak mampu menyelamatkan korban, kata AKP Asriadi, kawan kawan sebaya Andika memberitahu perihal tersebut kepada orang tua korban dan Keuchik Gampong, kemudian Geuchik Gampong melaporkan kepersonil Polsek Matangkuli.

Seketika itu, sejumlah personel Polsek Matangkuli bersama Tim SAR BPBD Aceh Utara, dan TNI dibantu warga melakukan pencarian korban sepanjang saluran irigasi. 

Setelah melakukan pencarian dua jam setangah, sekitar pukul 15.30 Wib, korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, kemudian jahat korban langsung divakuasi ke Puskesmas untuk selanjutnya dipulangkan ke rumah duka.