Breaking News

BNN Langsa, Lebih 1.500 Pekerja Langsa Telah Tes Urine

Lebih 1.500 orang pekerja di Langsa; honorer, tenaga kontrak dan harian lepas telah melaksanakan test urine di BNN Kota Langsa.

Foto | Muhammad Rain

ACEHSATU.COM | LANGSA – Rabu (24/1/2018) BNN Kota Langsa lanjutkan proses test urine terhadap lebih 1.500 pekerja di Langsa. Berlokasi di kantor Badan Narkotika Nasional Kota Langsa, Jalan Prof A Majid Ibrahim, Kecamatan Langsa Barat.

Pemko melalui surat edaran Walikota Langsa bertanggal 12 Januari 2018 bernomor  PEG.800/127/2018 pekan lalu mendorong pelaksanaan tes urine di institusi pemerintahan kota.

Sudah lebih 1.500 orang pekerja di Langsa; honorer, tenaga kontrak serta Harian Lepas yang bekerja di dinas Pemko Langsa telah melaksanakan test urine di BNN Kota Langsa untuk memperoleh data bebas penyalahgunaan narkoba.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Langsa, Ir Zulkifli Ali SPdI saat wawancara langsung dengan ACEHSATU.COM menjelaskan bahwa hari ini (Rabu/24/1/2018) merupakan hari terakhir dari program sepekan pelaksanaan test urine kepada hampir 2.000 pekerja di Kota Langsa.

“Panitia sudah melaksanakan test urine selama lima hari, pada hari terakhir ini sudah lebih 1.500 pekerja Langsa test urine, mereka didominasi oleh honorer dan pekerja kontrak serta harian lepas di Pemko Langsa,” ungkap Zulkifli.

Target 2.000 pekerja yang hendak ditest urine, kemungkinan mendekati jumlah tersebut. Untuk yang belum berkesempatan test urine, pihak BNN Kota Langsa akan melakukan upaya lanjutan, kemungkinan ada kendala-kendala yang dialami pekerja di dinas terkait.

Pekerja Langsa yang melaksanakan test urine diharuskan membayar biaya test tersebut senilai 115.000 Rupiah/orang. Kegiatan tersebut sangat didukung oleh Pemerintahan Kota Langsa.

Para pekerja yang ditempatkan di dinas-dinas Pemko Langsa wajib menyertakan Surat Keterangan Bebas Penyalahgunaan Narkoba yang dikeluarkan usai lulus test urine di BNN Kota Langsa.

Jika mereka tidak memperoleh Keterangan Bebas Narkoba sebagai salah satu syarat selaku pekerja, maka kontrak atau status honorer  mereka maupun harian lepas akan terkendala dan kemungkinan besar tidak diperpanjang. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top