Langsa

BNN Ajak Guru Jadi Tameng Anti Narkoba di Sekolah

Guru dianggap paling sering tatap muka dengan siswa dibandingkan para petugas BNN di manapun.

Foto | Muhammad Rain

Laporan Muhammad Rain

ACEHSATU.COM | LANGSA Kepala BNN Kota Langsa, AKBP Navri Yulenny SH MH mengajak para guru di sekolah agar menjadi tameng dalam berperang melawa naarkoba bagi para siswa di sekolah.

Hal itu disampaikan AKBP Navri Yulenny di hadapan dewan guru SMAN 4 Langsa, Jumat (8/9/2017).

Guru dianggap paling sering tatap muka dengan siswa dibandingkan para petugas BNN di manapun.

“Karena itulah harapan besar di pundak guru di sekolah-sekolah untuk mengawasi peredaran narkoba, pencegahan dan penanganan dini penting diikutsertakan,” katanya.

Disebutkan, para pengedar narkoba sudah mengintai di hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali lembaga sekolah pun mereka jadikan target operandi. Siswa sejak dini harus mendapat sosialisasi anti narkoba.

Kurikulum anti narkoba integrasi pelajaran sekolah yang dirancang oleh BNN dengan melibatkan Diknas dan Depag sebagai instansi terkait sedang terus disosialisasikan, selain masih terus disempurnakan, materi pelajaran di sekolah di 7 (tujuh) bidang studi dapat memanfaatkan korelasi antara efek narkoba serta pengenalan jenisnya dengan materi ajar.

Komunikasi intens guru-murid merupakan satu kelebihan yang dimiliki guru terhadap akses pengawasan perubahan perilaku dini serta pencegahan siswa untuk jangan sampai terpengaruh.

“Jika semata-mata hanya mengharapkan perang narkoba oleh lembaga BNN yang sangat terbatas waktu juga jumlah petugasnya maka kampanye anti narkoba sangat terkendala” pungkas AKBP Navri Yulenny.

To Top