BMKG Sinyalkan 13 Kabupaten Provinsi Aceh Status Waspada Satu Kabupaten Siaga Banjir

Penyebab terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang dan lebat tersebut dipengaruhi adanya sirkulasi Siklonik berada di perairan barat Sumatera Utara.
Gempa Pidie Jaya
Gempa Pidie Jaya. Foto BMKG

ACEHSATU.COM | Nagan Raya – Perkiraan cuaca di Provinsi Aceh sedang dalam satus ekstrim pernyataan ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sebanyak 13 kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Aceh berstatus waspada terhadap dampak becana dan satu kabupaten berstatus siaga karena berpotensi dilanda hujan dengan intensitas lebat sehingga dikhawatirkan akan berdampak terjadinya banjir.

“Status siaga ini masuk ke wilayah Aceh Jaya dan berisiko terjadinya bencana alam seperti terjadinya banjir, akibat curah hujan yang tinggi,” kata prakirawati Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, Almira Aprilianti, Selasa.

Selain Aceh Jaya, terdapat 13 kabupaten/kota lainnya di Aceh yang berstatus waspada diantaranya seperti Kabupaten Aceh Timur, Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Barat.

Kemudian Aceh Singkil, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, Kota Lhokseumawe serta Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Almira menjelaskan penyebab terjadinya curah hujan dengan intensita sedang dan lebat tersebut dipengaruhi adanya sirkulasi Siklonik berada di perairan barat Sumatera Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Aceh hingga Sumatera Utara.

Selain itu, penyebab tingginya curah hujan tersebut juga disebabkan adanya siklon Tropis Noru yang berada di daratan Thailand dengan kecepatan angin maksimum mencapai 75 knot, dan tekanan udara minimum 1000 hPa yang bergerak ke arah barat. 

Sistem ini, kata Almira, menginduksi low level jet hingga lebih dari 25 knot yang memanjang dari Laut Andaman hingga Laut China Selatan. 

Kondisi tersebut, kata dia, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan
di sepanjang daerah low level jet tersebut. 

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi,” katanya.

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Bengkulu Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. (*)