BMKG Imbau Waspadai Potensi Gempa Besar, Termasuk Aceh

Sebulan pertama tahun 2021, intensitas kegempaan di Indonesia mengalami kenaikan signifikan. Selama bulan Januari, gempa dengan kekuatan M 5 tercatat lebih dari 85 kali.
Gempa Besar
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Pantai Teleng (Foto: Purwo Sumodiharjo)

ACEHSATU.COM  Sebulan pertama tahun 2021, intensitas kegempaan di Indonesia mengalami kenaikan signifikan. Selama bulan Januari, gempa dengan kekuatan M 5 tercatat lebih dari 85 kali.

Peningkatan intensitas gempa tersebut terjadi pada sejumlah wilayah di Tanah Air. Mulai dari Aceh, Nias, Bengkulu, dan Lampung. Juga selatan Jawa meliputi Banten, Jabar, dan Jateng.

Di bagian timur, peningkatan kegempaan juga melanda Lombok, Sumbawa, Sumba, hingga ke Sulawesi. Mulai dari Sulbar, Sulteng, Gorontalo, hingga Laut Maluku.

“Kita tidak bisa memprediksi ataupun meramalkan kapan gempa bumi terjadi. Tetapi kita bisa memperkirakan zona-zonanya. Mana yang harus diwaspadai,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat melakukan pemantauan di Pantai Teleng, Kecamatan Pacitan., Kamis (18/2/2021).

Dwikorita menuturkan belajar dari sejumlah kejadian gempa di tanah air, guncangan besar tidak terjadi tiba-tiba. Fenomena alam tersebut kerap diawali dengan gempa-gempa dengan skala kecil dalam hitungan bulan atau tahun.

Karenanya, lanjut Dwikorita, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di zona-zona rawan. Sikap waspada dilakukan dengan pemantauan lapangan. Hal itu penting untuk menentukan langkah mitigasi terkait gempa yang berpotensi tsunami.

“Nah, kita lihat jarak dari pantai ke bukit terdekat itu sekian kilometer. Padahal golden time-nya hanya 20 menit. Ini yang dikatakan membuat mitigasi tadi,” kata Dwikorita.

Gempa Besar
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Pantai Teleng (Foto: Purwo Sumodiharjo)

Tentu saja, pekerjaan rumah berikutnya adalah penyediaan fasilitas untuk mempermudah warga menuju tempat evakuasi. Seperti halnya jalan maupun jembatan yang memadai. Hal tersebut diharapkan menjadi bahan kajian pemangku kepentingan di daerah.

Bagi masyarakat setempat, diimbau tetap tenang. Di sisi lain kewaspadaan mesti ditingkatkan. Salah satunya dengan membudayakan pengurangan risiko bencana. Tentu saja dengan mengikuti anjuran pemkab melalui BPBD.

“Apabila merasakan goyangan gempa, nggak usah menghitung goyangannya berapa kali. Segera saja berlari menjauhi pantai menuju tempat tinggi untuk menyelamatkan diri,” tandas Dwikorita. (*)