oleh

Blok Singkil dan Blok Meulaboh Punya Cadangan 192 Juta Barel Minyak dan Triliunan Kaki Kubik Gas

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kepala Divisi Eksplorasi dan Eksploitasi BPMA, Ibnu Hafizh Rabu (1/7/2020) mengungkap Aceh bakal memiliki potensi cadangan minyak dan gas (migas) yang melimpah dari sumber baru, yaitu di blok Singkil dan blok Meulaboh.

Dalam keterangannya, Ibnu menyebut dua blok tersebut, Aceh setidaknya bakal menghasilkan total sekitar 1,3 triliun kaki kubik gas dan 192 juta barel minyak (MMBO).

Dia mengungkapkan, dalam presentasi tersebut Conrad Petroleum Ltd dan Frontier Point Ltd menyatakan minatnya melanjutkan hasil studi bersama dan menawarkan untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di area tersebut.

Pihaknya juga telah meminta dua institusi itu menyampaikan hasil studi dan keputusan atas tindak lanjut joint study tersebut baik kepada Direktur Jenderal Migas EDSM maupun Tim Penawaran WK Migas Aceh paling lambat selama 14 (empat belas) hari kerja setelah kegiatan presentasi dilakukan pada 26 Juni 2020 lalu.

“Adapun total potensi di blok Singkil dengan asumsi P50 adalah sebesar 296 miliar kaki kubik gas (BCF). Sedangkan Blok Meulaboh memiliki potensi Minyak Bumi dengan asumsi P50 sebesar 192 juta barel minyak (MMBO) dan potensi gas dengan asumsi yang sama sebesar 1,1 triliun kaki kubik gas (TCF) yang ditangani oleh Frontier Point Ltd,” ujar Ibnu

Berdasarkan hasil studi, lanjut dia, potensi hidrokarbon diyakini berada pada Wilayah Kerja Offshore South West Aceh (Blok Singkil) dengan luas area kerja sebesar 8200 km2 dan Offshore North West Aceh (Blok Meulaboh) seluas area 9200 km2, dengan resiko geologi rata-rata moderate to high risk khususnya di keberadaan source rock. (*)

Indeks Berita