BKSDA Kerahkan Tim ke Bener Meriah Tangani Gangguan Gajah Liar

Banda Aceh, - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan tim mengatasi gangguan kawanan gajah sumatra (elephas maximus sumatranus) di Kabupaten Bener Meriah.
Rumah warga yang rusak akibat amukan gajah liar | Fofo: Facebook Hamka Foto: Facebook Hamka

ACEHSATU.COM | Banda Aceh, – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan tim mengatasi gangguan kawanan gajah sumatra (elephas maximus sumatranus) di Kabupaten Bener Meriah.

“Gangguan kawanan gajah tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu,  tim juga sudah berupaya menggiring gajah liar ke kawasan hutan,” ujar Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto dikutip dari Antara.com

Sebelumnya, kawanan gajah dilaporkan merusak  sejumlah rumah warga dan kebun milik warga di Kamapung  Negeri Antara dan Blangrakal, Kecamatan Pintu Rine Gayo, Kabupaten Bener Meriah,

Menurut Agus Arianto, Kerusakan gangguan gajah tersebut sifatnya kumulatif. Sebab, kawanan gajah itu sudah ditempat tersebut sudah berlangsung sepekan.

Tim kita di lapangan telah melakukan berbagai upaya untuk penggiringan kawanan gajah ke dalam kawasan hutan serta membuat barier atau penghalang lintasan yang dilalui kawanan satwa dilindungi tersebut.

Sebenarnya, konflik gajah dan manusia di wilayah itu sudah berlangsung lama. Pemerintah daerah bersama BKSDA juga sudah melakukan berbagai upaya, ujar Agus Arianto.

Dalam hal tersebut, Pemerintah Daerah menangani masyarakat terdampak, semantara Pihak BKSDA menangani satwa yang masuk kepemukinan.

Disinggung terkait gangguan gajah liar dibeberapa tempat di Aceh, Agus mengatakan gangguan satwa dilindungi tersebut disebabkan berbagai faktor, pungkas, Agus Arianto

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekitar 40 Ekor lebih gajah liar kembali masuk kepemukiman warga dan merusak 18 rumah di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Gangguan Gajah di Kampung Negeri Anatara telah berlangsung selama tiga hari, hingga Senin Malam 29/11 gangguan gajah masih berlangsung.

Sementara warga yang rumahnya dirobohkan oleh kawanan gajah liar harus mengungsi ke sebuah rumah kosong dekat jalan raya, “Terdapat kurang lebih 18 KK yang ikut mengungsi”, ujar Reje Negeri Antara.