BKSDA Aceh Terus Berupaya Menangani Konflik Gajah Secara Komprehensif

Rumah warga yang rusak akibat amukan gajah liar | Fofo: Facebook Hamka Foto: Facebook Hamka

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Terkait Konflik Gajah di Bener Meriah Pihak BKSDA Aceh bersama warga dan Conservation Response Unit (CRU) terus melakukan upaya penanganan dengan cara penggiringan memindahkan kawanan gajah ke koridornya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto saat dikonfirmasi Acehsatu.com via telepon seluler pada Minggu (07/11/2021).

“Pihak BKSDA bersama mayarakat terus melakukan upaya penggiringan translokasi, memindahkan kawanan gajah dari tempat yang tidak tersekat ke tempat yang tersekat” ujar Agus.

Baca: Gajah Liar Rusak Rumah Warga di Bener Meriah, Warga: Kepada Pihak Terkait Tolong Tanggap Daruratnya

Agus menjelaskan, terkait dengan konflik gajah di Aceh upaya penanganan bersama mitra terus berlanjut seperti pemasangan pagar listrik kejut atau power fencing untuk menghalau gangguan gajah liar, pembuatan barir dan pemasangan GPS Collar untuk memantau pergerakan Gajah.

Hingga Tahun 2021 pihak BKSDA bersama mitra telah telah mamasang kurang lebih 65 KM listrik kejut atau power fencing untuk menghalau gangguan gajah liar dibeberapa titik di Daerah rawan konflik gajah di Aceh termasuk di Bener Meriah.

“Di Bener Meriah kawanan gajah telah terbelah dua kelompok, satu kawanan atau kelompok telah berhasil dipasang GPS Collar, yang merusak rumah kemaren itu kelompok gajah yang tiga ekor, sedangkan kananan satu lagi telah berhasil kita pasang GPS Collar sehingga kita bisa memantau pergerakannya” kata Agus.

Agus Melanjutkan, Penanganan secara komprehensif sedang berproses dan membangun koridor di daerah yang memiliki konflik, termasuk di Bener Meriah”

Agus menuturkan, beberapa hari yang lalu pihaknya juga telah duduk bersama tim satgas yang di SK kan oleh Gubernur Aceh terdiri dari dinas lintas sektoral guna mambahas singkronisasi pogram dalam rangka penyelesaian konflik gajah sebagaimana rencana yang telah disusun bersama.

“Sebelumnya juga telah kita bahas tentang roadmap meneyelesaikan konflik  gajah tidak hanya di Bener Meriah, akan tetapi seluruh Kabupaten di Aceh yang memiliki intensitas konflik gajah”, pungkas Kelapa Balai.