oleh

Bisa Ditanam Secara Tumpang Sari, Jeruk Keprok Gayo Komoditi Unggulan Kabupaten Bener Meriah

-Bener Meriah-155 views

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH – Masyarakat Perlindungan Indikasi Geogropis (MPIG) Bener Meriah, mengajak masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk kembali mengembangkan jeruk Keprok gayo dalam rangka untuk meningkatkan pereknomian di sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan langung oleh Usra  ketua MPIG Bener Meriah kepada ACEHSATU.com kamis (11/7) di stand pameran Pekan Inovasi Pemberdayaan masyarakat dan Gampong se Aceh yang di selengarakan di komplek Umah Pitu Ruang Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Menurutnya jeruk keprok gayo merupakan komuditi kedua setalah kopi yang dapat ditanam secara tumnpang sari dengan tanaman kopi.

“ Kita sengaja membuka stan ini  agar masyarkat termotivasi kemabli dan menanam keprok gayo dilahan perkebunanya untuk meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Ia menamabahkan, peluang pemasan jeruk Koprok gayo juga sangat mudah dan untuk saat ini hanya dipasarkan untuk local saja.

“ Banyak orang yang meninta dalam jumlah besar namun kita tidak dapat memenuhi akibat produksi yang terbatas dan hanya sedikit masyarkat yang menanam,” sebutnya.

Selain itu katanya persaingan pasar untuk jenis koprok itu sangat kecil hal itu diakibatkan jenis koprok yang hanya sendiri dan tumbuh di giograpis yang berhawa sejuk dan berada di atas ketinggian 800 PL.

“ jika dibandingkan  keuntungan yang didapatkan dari hasil kopi dan jeruk  itu sama apalgi jeruk bisa tumpang sari dengan kopi dan perawatan jeruk lebih mudah dan ringkas,” jelasnya.

Ia merincikan jika memiliki pokok jeruk koprok sebanyak 50 batang, masyarakat mampu menghasilkan Rp 100 juta pertahun jika setiap pokoknya  mampu memproduksi 100 kg dengan harga jual saat ini 20.000.

” keuntungan ini tentu  tidak jauh berbeda dengan tanaman kopi seluas 1 hektar,” tergnya.

Ia juga mengaku saat ini pihaknya telah mengebangkan bibik keprok gayo okulasi yang bisa berproduksi dengan cepat.

“ Kita mengembangkan bibit jeruk sayur yang di okulasi dengan bibit jeruk keprok sehingga hasil panen lebih cepat dan maksimal” ungkapanya.

Menurutnya, pihknya juga sudah memproduksi bibit okulasi tersebut sebanyak 6000 polibak yang habis terjual dan saat ini, banyak masyarakat yang melakukan pemesan namun pihaknya tidak memiliki stok yang memadai.

Diceritakanya, untuk pemubuatan bibit tersebut pihaknya memerlukan waktu yang cukup lama.

“ kita terlibih dahulu menanam bibit jeruk sayur dan ketika berumur 1 tahun kita baru dapat melakukan okulasi yang intresnya kita ambil dari pohon induk yang sudah mendapat sertifikasi,” teganya.

Disebutkanya, bibit pohon jeruk sayur sudah di uji lab dan hasilnya memiliki dahaya tahan yang luar biasa dan tahan terhadap segala jenis penyakit dan pirus.

” Untuk itu kita pakai jeruk sayur untuk kekuatan batang” tuturnya.(*)

Komentar

Indeks Berita