Bireuen Siap Jadi Penyelenggara Sekolah Pengerak

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,

Bireuen Siap Jadi Penyelenggara Sekolah Pengerak

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, 

Nadiem Anwar Makarim diwakili Kepala LPMP Provinsi Aceh UPTD Kemendikbud RI Dr Muslihuddin, menandatangani MoU terkait Bireuen terpilih sebagai kabupaten penyelenggara program sekolah pengerak.

Kegiatan juga turut dihadiri Kepala Balai Pengembangan PAUD Dikmas Aceh As’ari MPd, Kadisdikbud Bireuen, Drs M Nasir MPd dan Kabid Pembinaan SMP Zamzami SPd, Kabid Pembinaan SD Alfian MPd, berlangsung Jumat (15/01/2021) pagi di ruang kerja Bupati Bireuen.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi ditanyai Acehsatu.Com menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman itu dilaksanakan atas penunjukan Bireuen salah kabupaten dari empat kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang melaksanakan sekolah penggerak.

Adapun empat kabupaten/kota di Aceh yang telah ditetapkan sebagai kabupaten penyelenggara program sekolah pengerak antara lain yaitu Kabupaten Bireuen, Kota Banda Aceh, Nagan Raya dan Aceh Barat Daya.


Menurut Bupati, dipilihnya Bireuen sebagai penyelenggara program sekolah pengerak dilihat dari perkembangan pendidikan sangat signifikan. “Dalam pelaksanaannya nanti juga didampingi Lepenkapi menjadi mediator dalam pelaksanaan sekolah penggerak ini,” jelasnya.

Bupati menjelaskan, sekolah pengerak ini orientasinya secara keroyokan bersama-sama bergerak mulai dari guru, pengelola pendidikan, orang tua siswa ikut berperan serta supaya anak-anaknya dapat belajar dengan tekun dan rajin, dan memenuhi standar pendidikan.

“Kita mengharapkan dengan penunjukkan Bireuen sebagai salah satu pelaksana sekolah penggerak, dapat menjadi pilar pendidikan di Bireuen dan Aceh umumnya,” ungkap Bupati Muzakkar A Gani.

Sebelumnya Kepala LPMP Provinsi Aceh UPTD Kemendikbud RI Dr Muslihudin dalam sambutan menjelaskan, pihaknya datang temui Bupati Bireuen, selain guna mengikat silaturahmi antara Kemendikbud dan Pemkab Bireuen, juga terkait program sekolah pengerak.

Dijelaskannya program guru pengerak  merupakan turunan dari merdeka belajar yang telah dilounching Mendikbud, salah satunya mutu pendidikan ini akan berjalan kalau seluruh stakeholder dari kabupaten/kota dan pemerintah pusat bergerak untuk penyelenggaraan sekolah pengerak.

“Kabupaten Bireuen terpilih ditunjuk oleh Kemendikbud menjadi piloting tahun 2021 untuk penyelenggara sekolah pengerak,” ujarnya, seraya mengatakan juga Bireuen saat ini lima teratas, dan peningkatan mutu pendidikan luar biasa progresnya.


Dr Muslihudin juga justri mengaku sedih dikarenakan beberapa kabupaten/kota di Aceh sebelumnya mutu pendidikan bagus sekarang ini terjun bebas. “Saya ucapkan terimakasih juga kepada Bupati Bireuen telah sangat peduli pendidikan,” sebutnya.

Selain itu juga dikatakan, program sekolah penggerak merupakan program nasional mulai berjalan awal Februari 2021, kepala daerah juga nantinya akan diundang untuk bertemu Mendikbud dan nantinya diharap turut hadir Presiden RI Ir Joko Widodo.

“Mudah-mudahan ini bisa memperkokoh mutu pendidikan di Bireuen khususnya dan Aceh umumnya dan Aceh Carong betul-betul bisa tercapai,” jelas Dr Muslihuddin. 


Intinya, guru pengerak ini percepatan semua lini, tidak saja standar proses tapi seluruhnya, maka perlu ada pihak Pemda dan Pemerintah Pusat berkoloborasi karena ini untuk membangun sumber daya manusia yang ada di Bireuen, untuk SMA tetap di kontrol walau tunduk ke provinsi.

Dikatakan juga sekolah pengerak secara nasional dilaksanakan di 110 kabupaten/kota dan untuk Provisi Aceh ditetapkan di empat kabupaten/kota yaitu Bireuen, Aceh Barat Daya, Kota Banda Aceh dan Nagan Raya.

Kabupaten Bireuen terpilih selain progres bagus, mutu bagus dan trennya juga naik ke atas.

Sedangkan sekolah yang menjadi sasaran untuk SD ada 7, SMP 4, TK 2, SMA 3, SLB 1. “Tujuan dari sekolah penggerak ini untuk mengakselerasi,” jelas Kepala LPMP Aceh ditanya Acehsatu.Com. (*)