Bikin Was-was, Pelaku ‘Begal Selangkangan’ Mama Muda Ini Masih Berkeliaran, Begini Ciri-cirinya

Mulanya, korban berinisial RP (27) sedang berjala kaki di trotoar sambil menggandeng tangan anaknya yang berusia 4 tahun.
rekaman CCTV
Bikin Was-was, Pelaku ‘Begal Selangkangan’ Mama Muda Ini Masih Berkeliaran, Begini Ciri-cirinya. | NET

ACEHSATU.COM | BEKASI – Bikin Was-was, Pelaku ‘Begal Selangkangan’ Mama Muda Ini Masih Berkeliaran, Begini Ciri-cirinya.

Pelecehan seksual terhadap kaum perempuan berpotensi terjadi kapan saja dan dalam kondisi apapun. Hal ini seperti dialami seorang ibu rumah tangga di Bekasi, Jawa Barat, yang menjadi korban ‘begal selangkangan’.

Kasus yang terjadi pada November 2021 lalu itu sudah dilaporkan ke polisi. Namun hingga kini pelaku belum ditangkap.

Tak pelak, peristiwa ‘begal selangkangan’ yang viral itu membuat resah kaum wanita, terutama bagi korban sendiri. Pasalnya, pelaku hingga kini masih berkeliaran bebas.

Rekaman CCTV di lokasi kejadian, Jl KH Noer Ali, Kota Bekasi, belum bisa memberikan petunjuk jejak pelaku.

Sejak kasus ini dilaporkan pada 22 November 2022, pihak keamanan belum berhasil mengungkap pelaku.

Viral di Media Sosial

Kasus pelecehan seksual ini viral setelah rekaman CCTV di lokasi tersebar di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada malam hari terjadi begitu cepat.

Mulanya, korban berinisial RP (27) sedang berjala kaki di trotoar sambil menggandeng tangan anaknya yang berusia 4 tahun. Korban kemudian berpapasan dengan pelaku yang naik motor.

Tak diduga, pelaku melakukan tindakan asusila. Secepat kilat tangan kirinya memegang selangkangan korban hingga membuat koran terperanjat.

“Saya jalan sama anak saya berdua. Udah gitu ada motor lewat karena depan rumah temen ibu saya itu banyak ojol tuh. Kirain tuh ojol yang nyari alamat. Jadi saya biasa saja jalan, pas dia muter balik gitu, dia langsung memegang bagian selangkangan. Saya kaget, dong,” ujar RP saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/2/2022).

Dalam kondisi shocked, korban tidak bisa berbuat apa-apa. Korban hanya meneriaki pelaku bejat yang saat itu langsung tancap gas.

“Dia kabur, saya teriakin ‘woy’ gitu. Biasanya di lokasi itu ada sekuriti, cuma sekuritinya itu lagi libur,” tambahnya.

Anak Korban Menangis

Ironisnya, pelaku melakukan perbuatan bejatnya itu di depan anak korban. Anak korban pun menangis histeris.

“Terus di salah satu rumah makan itu kebetulan semua karyawannya semuanya lagi di depan gitu, ada yang lihat katanya. Nah, udah begitu, kan saya teriak, anak saya nangis,” ucapnya.

Anak Korban Trauma

Pelecehan seksual yang menimpa RP ini membuat sang anak trauma. Sang anak dihantui rasa ketakutan setelah aksi ‘begal selangkangan’ itu menimpa ibunya.

“Jadi gini, setelah kejadian itu, sampai saat ini untuk anak saya sendiri itu nggak pernah bolehin keluar sendiri. Jadi kalau keluar, itu harus sama dia, sama siapa gitu loh, harus ada yang nemenin,” tutur RP kepada detikcom, Sabtu (19/2/2022).

RP mengatakan pelecehan seksual yang menimpanya itu membuat anaknya takut melintasi lokasi kejadian. Kejadian itu masih melekat di ingatan sang anak sehingga selalu ketakutan.

“Kalau dia lewat situ tuh dia agak takut gitu loh. Terus gitu, kalau lihat polisi atau denger cerita polisi, (anak bilang) ‘nanti orang jahat yang kemaren ditangkep ya Mah, ya’, gitu,” lanjutnya.

Korban Selalu Was-was

Bukan hanya terhadap anaknya, pelecehan seksual itu juga membuat RP trauma. RP merasa waswas saat berjalan sendirian.

“Kalau untuk saya pribadi, setelah kejadian itu, saya takut. Kalau ada, walaupun saya naik motor kalau berangkat kerja itu, saya takut kalau ada yang mepet gitu. ‘Aduh ini siapa yang mepet’, jadi kayak terlalu overthinking gitu,” ucapnya.

Ciri-ciri Pelaku

Pelecehan seksual itu terjadi begitu cepat. Korban pun tidak banyak mengingat ciri-ciri pelaku tersebut.

“Usianya sekitar 35-40 tahun, pakai jaket hitam, motor Beat putih lis merah,” tutur RP kepada detikcom pada Sabtu (19/2/2022).

Anak korban sampai menangis ketakutan saat itu. Selain korban, para karyawan sebuah restoran di daerah tersebut pun melihat kejadian tersebut.

“Terus di salah satu rumah makan itu kebetulan semua karyawannya semuanya lagi di depan gitu, ada yang lihat katanya. Nah, udah begitu, kan saya teriak, anak saya nangis,” ucapnya. (*)