Besok Langsa Terapkan Belajar Tatap Muka, Suhartini: Sekolah tak Patuh Kembali ke Daring

Kepala DIsdikbud Kota Langsa Ingatkan sekolah patuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Dra Suhartini MPd.

ACEHSATU.COM | LANGSA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa, Suhartini menyatakan seluruh sekolah di Kota Langsa akan kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka (KBM-TM).

Kebijakan itu berlaku untuk sekolah di bawah wewenang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa yang akan efektif berlaku mulai Kamis (13/8/2020) besok.

Pun demikian, Suhartini mengingatkan bahwa proses belajar tatap muka harus dijalankan mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat guna menghindari potensi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dia bahkan mengaku tak segan menghentikan belajar tatap muka bagi sekolah yang kedapatan tidak mematuhi aturan tersebut.

“Jika dalam pelaksanaannya nanti ditemukan sekolah tidak menaati aturan (protokol kesehatan) serta komitmen dan tidak konsisten menjalankan kesepakatan yang telah dibuat, maka sekolah itu tidak diperkenankan melaksanakan KBM TM serta (akan) kembali ke daring,” ujar Suhartini.

Kebijakan pembolehan pelaksanaan kegiatan belajar secara tatap muka tertuang dalam Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran Masa Covid-19, yang dikhususkan bagi kabupaten/kota berstatus zona hijau dan kuning corona.

Meski begitu proses belajar harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan, sesuai arahan kementerian pendidikan melalui surat nomor 210 dan 211 tertanggal 7 Agustus 2020.

Jalankan Fungsi dengan Baik

Suhartini berharap, terutama kepada Satuan tugas (Satgas) Covid-19 jajaran Pendidikan untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang telah dikirim ke pihak Disdikbud Kota Langsa.

“Ini sangat penting, kita berharap adanya patroli Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid-19 Disdikbud seperti melakukan dan mengawasi warga sekolah agar tidak berkerumun serta mengingat dan menyampaikan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan baik kepada para pelajar, dewan guru dan lainnya, dan ini adalah tugas mulia,” tegasnya.

Suhartini mengatakan selain akan memantau langsung penerapan protokol kesehatan disetiap sekolah, dia juga meminta pengawas sekolah dan bidang pembinaan di masing-masing jenjang dapat melaksanakan monitoring KBM TM secara terpadu.

Para kepala sekolah juga diminta dapat menyampaikan laporan secara rutin dan berkelanjutan. (*)