Pidie

Bertemu Gajah Liar, Keuchik Riweuek Lari Terbirit-birit

 

Ilustrasi. NET

Ilustrasi. NET

 

ACEHSATU.COM, Sigli  – Cerita gangguan gajah di sejumlah kawasan di Aceh seperti tak kunjung habisnya. Silih berganti kasus penghancuran tanaman para petani oleh satwa dilindungi itu belum ada kata berhenti.

Sepertinya, belum ada upaya maksimal yang dilakukan para stakeholder untuk penanganan komprehensif.

Kisah terbaru dan tergolong unik ini dialami T Jailani, Kepala Desa Riweuek, Kecamatan Sakti, Pidie. Kepala desa ini ternyata baru pertama kali melihat gajah dari jarak dekat.

“Saya baru kali ini bertemu gajah liar. Saya sangat terkejut, hanya 10 meter dari tempat saya berdiri. Saya langsung lari menjauh,” ungkap T Jailani yag menghubungi Newsroom Serambinews.com di Banda Aceh, Jumat (12/2/2016).Hanya berkisar beberapa meter dari balik rimbunan pohon pisang di kebunnya. Sebuah kebun yang berada di dalam perkampungan desa tersebut

“Sudah sepekan lebih gajah turun ke gampong kami, banyak tanaman pisang kami hancur.  Warga saya sudah sangat resah,” tambah T Jailani.

Dengan nada yang penuh harap, ia meminta semua pihak bisa membantu menghalau satwa yang dilindungi tersebut

“Saya sangat takut, melihat dari jarak dekat membuat sayaa terkejut. Sehingga saya lari dengan kencangnya,” kata Keuchik Riweuek ini mengulang kisah terkejutnya saat bertemu kawanan gajah di kebunnya.

Laporan terbaru dari masyarakat, kata Keuchik Jailani, kawanan gajah juga sudah mengobrak-abrik areal tanaman padi warga desa.

“Kami tidak bisa melakukan apapun menangani gajah-gajah ini. Tolong kami, warga saya sudah sangat resah,” sebut Keuchik Jailani. (SERAMBINEWS.COM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top