Bertambah Dua Lagi, Total Jadi 24 Anggota Satpol PP/WH Langsa Positif Narkoba

Anggota Satpol PP/Wh Kota Langsa yang positif menggunakan narkoba bertambah dua orang lagi sehingga totalnya menjadi 24 orang.
narkoba
Ilustrasi : Anggota Satpol PP/Wh

ACEHSATU.COM [ LANGSA – Anggota Satpol PP/Wh Kota Langsa yang positif menggunakan narkoba bertambah dua orang lagi sehingga totalnya menjadi 24 orang.

Dua orang yang terakhir positif narkoba merupakan tes lanjutan karena ada beberapa anggota Satpol yang tidak datang pada tes urine sebelumnya. Tes lanjutan ini diikuti 31 anggota Satpol PP/WH Kota Langsa dan didapati dua orang hasilnya positif.

Sedangkan tes narkoba yang dilakukan sehari sebelumnya pada Kamis (18/11/2021) di dapati 22 anggota Satpol PP/Wh Langsa positif mengkomsumsi narkoba sehingga dari kedua tes tersebut total anggota Satpol PP/WH Langsa yang positif narkoba menjadi 24 orang.

Terpisah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, AKBP H Basri SH MH, yang dikomfirmasi wartawan, Senin (22/11) membenarkan  bertamnbah dua oarang lagi anggota Satpol PP/WH Langsa yang positif narkoba  berdasrakan hasil tes urine di Kantor Kesbangpol

 “Ya, benar kemarin hasilnya ada dua orang lagi yang dinyatakan positif narkoba dan hari ini tidak ada sama sekali,” jelas Basri.

Lanjut, Basri, apa yang sudah dilakukan oleh Pemko Langsa melalui Kesbangpol Langsa merupakan hal yang baik, dimana dalam penyelenggaraan pemerintahan yang sehat haruslah diawali oleh si pelaksananya yang bersih dari narkoba.

“Terimakasih pak wali atas dukungan dan support terhadap BNN Langsa kiranya kedepan sinergisitas ini tetap terus berjalan dengan baik, Kota Langsa adalah kota yang tanggap narkoba,” imbuhnya.

Dirumahkan dan Potong Gaji

Dampak dari banyaknya anggota Satpol PP/WH Langsa yang positif narkoba, Walikota Langsa, Usman Abdullah langsung mengambil tindakan tegas dengan merumahkan sanggota Satpol PP/WH yang positif menggunakan narkoba selama tiga bulan kedepan.

Wali Kota Langsa Tgk Usman Abdulllah, SE/Foto. ACEHSATU.COM.

“Kita akan rumahkan 22 anggota Satpol PP dan WH yang positif narkoba,” tegas Usman Abdullah atau yang kerap disapa Toke Seu’um kepada wartawan, Jumat (19/11)

Menurutnya, bagi anggota Satpol dan WH itu dirumahkan selama tiga bulan ke depan dan gajinya dipotong 50 persen selama tiga bulan juga. “Selain itu juga 22 Satpol ini diwajibkan lapor setiap hari ke BNN Kota Langsa sekaligus dilakukan rehab terhadap mereka,” ungkapnya.

Namun apabila sudah direhab masih juga positif narkoba, maka angota satpol PP/WH yang positif narkoba tersebut akan diberhentikan “Kedepan kita akan periksa ulang lagi mereka setelah tiga bulan, kalau masih positif narkoba maka kita berhentikan saja,” katanya.

Ditambahkannya, persoalan narkoba ini tidak bisa ditolerir lagi karena dampak dari narkoba selain tidak bisa berpikir dengan baik juga bisa mati akibat mengkomsumsi narkoba. “Orang yang pakai narkoba itu pikiran tidak sehat, bagaimana dia bisa bekerja dengan baik,” sebut toke Seu’um lagi.

Pun demikian, persoalan narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan semua pihak, oleh karena bila pemerintah mengambil tindakan tegas karena narkoba akan menjadi momok yang mengerikan dan membahayakan masa depan genarasi bangsa kelak.

“Kita sudah komit dan tetap menjalankan Kota Langsa adalah kota yang tanggap narkoba,” pungkas Walikota Langsa ini(*)