Berita Heboh di Aceh Tengah, Ibu Kandung Tega Kubur Bayinya Hidup-hidup

Berita heboh baru saja terjadi di Aceh Tengah, tepatnya di di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.
Kubur Bayi Hidup-hidup
Foto Net.

ACEHSATU.COM | ACEH TENGAH – Berita heboh baru saja terjadi di Aceh Tengah, tepatnya di di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Seorang ibu tiba-tiba diketahui menguburkan bayinya hidup-hidup di belakang rumahnya. Kejadian itu terjadi pada Senin (31/9/2020) kemarin.

Polisi pun langsung bertindak.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra SIK MH Selasa (1/10/2020) mengatakan, kasus tersebut terindikasi pembunuhan, bukan aborsi.

Agus mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena belum memeriksa tersangka.

Lihat video di bawah ini yang beredar luas di media sosial:

View this post on Instagram

Seorang ibu yang tinggal di Dusun Lukup Badak, Kampung Simpang Kelaping, Pegasing, Aceh Tengah, tega mengubur hidup-hidup anaknya yang baru lahir. Kejadian ini terjadi pada Senin 31 Agustus 2020 sekira pukul 14.46 Wib. Di lansir dari salah satu Media Gayo, Informasi yang dihimpun di lokasi, perbuatan keji itu dilakukan oleh seorang ibu berusia 35 tahun. Secara status kependudukan, ia beralamat di Kampung Tebuk, Kecamatan Pegasing namun tinggal di Dusun Lukup Badak, Kampung Simpang Kelaping. Kejadian itu terungkap saat anak ibu tersebut yang baru berumur 10 tahun pulang ke rumah. Oleh pelaku, melarang anak lelakinya itu berjalan di tanah belakang rumahnya. Kemudian sang anak melihat ada ada tali pusar bayi, dan segera ia memberitahu kepada neneknya yang tinggal tak jauh dari rumah pelaku. “Neneknya kemudian mendatangi rumah tersebut, dan ia pun melihat di bagian belakang kemudian dia memberitahu warga untuk mengecek apa yang telah terjadi,” kata warga yang enggan disebut namanya. “Setelah mengecek warga menemukan bayi yang baru saja lahir terkubur. Kemudian warga mulai menggali, bayi tersebut masih menangis,” tambahnya. Melihat bayi tersebut masih hidup, warga dan Polisi dari Polsek Pegasing yang sudah ada di lokasi segera melarikan ke Puskesmas Pegasing, setelah diobservasi dokter Puskesmas, dinyatakan bayi malang tersebut masih hidup dan disarankan segera dibawa ke RSUD Datu Beru. “Nyawa bayi tersebut tak dapat tertolong begitu tiba di RSUD Datu Beru,” ujarnya. Pelaku yang awalnya mengaku sakit kepala kemudian mengalami pendarahan, hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon. Kejadian ini sudah ditangani pihak Kepolisian. Namun, redaksi belum mendapatkan informasi detail dan motif kasus tersebut dari pihak berwenang. #etnikgayo #etnisgayo #gayogeneration #media #aceh #acehtengah #gayo #gayolues #benermeriah @generasigayo @masakini_gayo @lingkaran_gayo @thegayo

A post shared by gayogeneration (@gayogeneration) on

Tersangka saat ini sedang dalam kondisi pemulihan di RSUD Datu Beru Takengon.

“Tersangka masih di rumah sakit. Nanti kita koordinasi lagi dengan dokter apakah sudah bisa kita bawa ke Polres nanti,” kata Agus kepada wartawan.

Kasus menghebohkan itu sontak mengejutkan publik di Aceh.

Hingga kini, ACEHSATU belum mendapatkan informasi seputar motif pelaku tega melakukan aksinya yang kejam. (*)