Berikut Fakta-fakta Mengejutkan Kampung Narkoba Ala Kolombia di Palangka Raya

Berikut Fakta-fakta Mengejutkan Kampung Narkoba Ala Kolombia di Palangka Raya

ACEHSATU.COM – Kampung narkoba di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, digerebek personel Polresta Palangka Raya. Sebanyak lima orang ditangkap dari markas narkoba ala Kolombia itu.

Kampung narkoba yang tepatnya berlokasi di daerah Puntun, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ini digerebek pada Kamis 23 April 2020.

Polisi menangkap lima orang yang mencoba menghalangi petugas. Mereka bahkan sudah berkali-kali ditangkap. Namun tidak ada barang bukti narkoba karena mereka berperan sebagai mata-mata.

Selain itu, polisi menyita 16 paket sabu, 20 alat isap sabu, senapan, senjata tajam katana, dan uang tunai Rp 16 juta.

Polisi masih mendalami pemilik lokasi ini. Para bandar yang hendak ditangkap kabur karena mereka sudah mempersiapkan akses tersebut di kampung narkoba ini.

Akhirnya, polisi membakar kampung narkoba yang dijadikan lokasi transaksi dan pemakaian sabu ini.

Dikutip dari detik.com, Berikut fakta-fakta mengejutkan kampung narkoba ala Kolomba di Palangka Raya:

5 Orang Ditangkap

Kampung narkoba yang berada di daerah Puntun, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, tersebut digerebek pada Kamis (23/4). Awalnya, ada 15 anggota Polresta Palangka Raya yang menggerebek lokasi.

“Saat 15 anggota kami melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 16 paket sabu dan juga uang Rp 16 juta dari TKP, sekembalinya, anggota kami dikepung oleh penghuni kampung tersebut sebanyak 50 orang menggunakan parang,” kata Kapolresta Palangka Raya, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Minggu (26/4/2020)

Namun mereka dikepung penghuni kampung. Polresta Palangka Raya lalu berkoordinasi dengan Brimob dan Sabhara Polda Kalteng serta berhasil menangkap sejumlah orang.

“Sementara yang kita amankan ada 5 orang yang menghalangi. Dan pelaku ini sudah 5 kali ditangkap hingga kali ini, namun tanpa barang bukti padanya. Jadi memang tugasnya hanya memata-matai apabila ada orang dicurigai,” tambah Kombes Dwi.

Bandar Kabur

Polisi masih mendalami pemilik lokasi ini. Para bandar yang hendak ditangkap kabur karena mereka sudah mempersiapkan akses tersebut di kampung narkoba ini.

Bandar masih kita kembangkan karena saat kita gerebek mereka melarikan diri. Dan akses melarikan diri ada (hanya) barang bukti yang ditinggal. Akses untuk melarikan diri ada yang lewat hutan dan sungai. Memang ada speed (boat) di belakang itu yang akan dipakai apabila ada penggerebekan langsung melarikan diri,” ungkap Kombes Dwi.

Kampung Narkoba Dibakar

Petugas lalu membakar kampung narkoba ini.

“(Dibakar) karena beberapa kali kita lakukan penggerebekan, mereka selalu berpindah dan mereka membuat tempat tersebut untuk melakukan transaksi dan untuk menyabu di tempat tersebut,” ujarnya.

Polresta Palangka Raya gerebek kampung narkoba di daerah Puntun, Pahandut, yang punya sistem keamanan ala markas bandar narkoba Kolombia Foto: (dok. Istimewa)

Dia mengatakan, di lokasi ini, bandar menjual sabu dengan rentang harga Rp 50 ribu-1 juta. Lokasi ini juga dijadikan tempat pemakaian sabu. Terbukti dari ditemukannya alat isap sabu sekitar 20 buah.

Penggerebekan ini dilakukan sebagai pengembangan kasus ditangkapnya seorang perempuan yang membawa 4 pil ekstasi. Kepada polisi, perempuan tersebut mengaku mendapatkan ekstasi dari kampung narkoba ini.

Arena Judi

Polisi menggerebek kampung narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng). Rupanya kampung narkoba ala markas kartel narkoba di Kolombia itu juga menyediakan lokasi untuk berjudi.

Dari peta lokasi yang diberikan Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri, tampak keterangan lokasi untuk berjudi.

Arena judi itu berada dekat dengan portal masuk ke area penjualan narkoba setelah melewati pos 2 penjagaan.

“Pos 2 yang merupakan penjagaan luas 2 meter x 2 meter terbuat dari kayu bentuas atau bengkirai di samping ada pintu gerbang tertutup yang selalu dijaga,” kata Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Minggu (26/4/2020).

Tower Intai hingga Gerbang 3 Lapis

Kampung narkoba ini sudah beberapa kali digerebek.

“Lokasi ini rupanya sudah merupakan target operasi dan sudah berkali-kali dilakukan penggerebekan tingkat Polda maupun Polres,” kata Kapolresta Palangka Raya, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Minggu (26/4/2020).

Keberadaan kampung narkoba ini meresahkan masyarakat. Meski begitu, tidak bisa sembarang orang bisa masuk kampung di daerah Puntun, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, ini.

Kombes Dwi mengatakan kampung narkoba ini memiliki tiga lapis gerbang masuk yang dijaga anggota sindikat narkoba Puntun. Di tiap pos sudah ada mata-mata para bandar yang dibekali handy talkie dan drone.

“Memang kampung narkoba di sini seperti di Kolombia, yang ada pakai pos pantau, pakai tower, pakai pos 1, pos 2, pos 3. Dan tiap polisi masuk ke sana kalau cuma 10 orang pasti dikeroyok sama bandar di sana,” kata Kombes Dwi.

Peta Kampung Narkoba

Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri menjelaskan ihwal peta wilayah kampung narkoba itu. Lokasinya berada di daerah Puntuh, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut.

“Lokasi ini rupanya sudah merupakan target operasi dan sudah berkali-kali dilakukan penggerebekan tingkat Polda maupun Polres,” kata Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Minggu (26/4/2020).

Polisi memetakan lokasi kampung narkoba itu yang memiliki tiga lapis gerbang masuk. Pada setiap pos terdapat penjagaan.

“Memang kampung narkoba di sini seperti di Kolombia, yang ada pakai pos pantau, pakai tower, pakai pos 1, pos 2, pos 3. Dan tiap polisi masuk ke sana kalau cuma 10 orang pasti dikeroyok sama bandar di sana,” imbuhnya.

“Pos 2 yang merupakan penjagaan luas 2 x 2 meter terbuat dari kayu bentuas atau bengkirai di samping ada pintu gerbang tertutup yang selalu dijaga,” kata Dwi.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (23/4) ini, polisi menangkap lima orang yang mencoba menghalangi petugas. Mereka bahkan sudah berkali-kali ditangkap. Namun tidak ada barang bukti narkoba karena mereka berperan sebagai mata-mata.

Akhirnya petugas membakar kampung narkoba yang dijadikan lokasi transaksi dan pemakaian sabu ini. Selain 5 orang, petugas mengamankan 16 paket sabu, 20 alat isap sabu, senapan, senjata tajam katana, dan uang tunai Rp 16 juta.

Siapkan Speed Boat untuk Kabur

Polisi masih mendalami pemilik lokasi ini. Para bandar yang hendak ditangkap kabur karena mereka sudah mempersiapkan akses tersebut di kampung narkoba ini.

Bandar masih kita kembangkan karena saat kita gerebek mereka melarikan diri. Dan akses melarikan diri ada (hanya) barang bukti yang ditinggal. Akses untuk melarikan diri ada yang lewat hutan dan sungai. Memang ada speed (boat) di belakang itu yang akan dipakai apabila ada penggerebekan langsung melarikan diri,” ungkap Kombes Dwi. (*)