oleh

Berburu Batu Akik di Sungai Lae Sigersing Bersama Komunitas Gemstone Subulussalam

-Subulussalam-236 views

ACEHSATU.COM | SUBULUSSALAM – Komunitas penggiat batu giok Gemstone Subulussalan kembali menapaki sungai di Desa Lae Sigersing Sultan Daulat demi melepas hobi bagi sang penggila batu cincin  saat libur akhir pekan.

Lokasi kali ini lumayan cukup jauh dari pusat kota.

Dengan sepeda motor membutuhkan waktu sekitar 40 menit, atau diperkirakan 30 Kilometer.

Jadi lumayan memacu adrenalin kita karena akses menuju lokasi jalan yang kita tempuh bebatuan tak beraspal.

Tetapi bagi mereka penggiat batu akik jalan bebatuan dan berabu tidak menyurutkan keinginan untuk segera tiba di aliran sungai kecil yang menyimpan sejuta potensi bongkahan batu akik tetapi khusus bagi orang yang beruntung untuk dapat menemukan bongkahan batu akik baik baik bongkahan besar ataupun kecil.

Jadi tidak semua personel beruntung tergantung kelihaian mata untuk menemukan batu cantik itu di antara hamparan bebatuan di sepanjang aliran sungai.

Menurut salah satu anggota komunitas, kepada Rinto Berutu, Jurnalis ACEHSATU.com yang turut serta berekspedisi, mencari batu batu giok menjelaskan bahwa, Subulussalam menyimpan beragam jenis potensi batu akik yang dapat memanjakan mata penghobi.

Beragam jenis akik tak jarang akik yang mereka temukan tidak kalah menarik bila dibandingkan dengan daerah lain di wilayah Indonesia.

Batu akik di Sungai Lae Sigersing Sultan Daulat. Foto Rinto Berutu

“Di sini jenis batu yang banyak kita temukan batu sulaiman, pancawarna, kecubung, lumut, fosil kayu/hewan, teratai, dan jenis akik gading, kata Devo, sambil menunjukkan bongkahan yang ia temukan.

Ia mengaku sangat gembira dan kagum oleh bongkahan batu akik yang ditemukannya dari aliran sungai kecil ini.

Sehingga sisa kelelahannya terbayarkan oleh pancaran batu panca warna kemerahan yang baru saja ditemukannya.

“Diantara koleksi batu akik milik saya, penemuan bongkahan ini paling berkesan bagi saya, karena batu seindah ini belum pernah saya temukan”, aku Devo (Sekjen Gemstone Subulussalam).

Komunitas Gemstone Subulussalan mencari batu akik di Sungai Lae Sigersing Sultan Daulat. Foto Rinto Berutu

Saat teriknya matahari, tidak terasa hari semakin sore, tim gemstone menutuskan beristirahat untuk makan siang. Dengan peralatan seadanya seluruh personel untuk persiapan coffee dan makan siang bersama.

Pameran batu temuan pun berlangsung di sungai kecil itu.

Mereka saling bertukar batu akik satu sama lain dengan kompak.

Bagi komunitas ini, Berlibur itu tidak harus biaya mahal, kebersamaan menjaga alam semesta adalah sebuah kebahagian tak ternilai sepanjang masa. (*)

Komentar

Indeks Berita