Aceh Timur

Berawal Masalah Debu, Ini Tuntutan Warga Julok Tunong ke Medco yang Dianggap tidak Logis

Persoalannya, adalah jika jika semua desa di Aceh Timur meminta tuntutan seperti itu maka hal ini tentu ini akan menciptakan iklim investasi yang tidak sehat di Aceh Timur.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR — Mediasi antara PT Medco E&P Malaka dengan warga Gampong Julok Tunong berlangsung alot, Senin (21/8/2017). Pasalnya 12 butir tuntutan dinilai sangat tidak logis, karena bukan hanya menyelesaikan persoalan debu di Jalan ROW Medco Gampong Julok Tunong, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Namun, tuntutan sudah beralih kepada permasalah lain termasuk sejumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan itu kepada pihak gampong. Bahkan warga juga menuntut agar kepala sekuriti Medco dipecat.

Alhasil, mediasi yang berlangsung alot itu hanya bisa diteruskan ke pihak manajemen perusahaan, karena terlalu banyak tuntutan warga yang harus dipenuhi.

Persoalannya, adalah jika jika semua desa di Aceh Timur meminta tuntutan seperti itu maka hal ini tentu ini akan menciptakan iklim investasi yang tidak sehat di Aceh Timur.

Mediasi tersebut turut di hadiri lebih kurang 40 juga termasuk Kapolsek Julok, Camat Julok, Humas PT Medco, Keuchik Gampong Julok Tunong, Mukhsin dan Mukim Labuhan Tgk Rusli.

Melihat banyak dan beratnya tuntutan warga, pihak Medco yang diwakili tiga Staf Humas hanya bisa menyatakan bahwa Aspirasi warga tersebut akan diteruskan ke Pihak manajemen PT Medco.

Kemudian pihak Humas Medco menyatakan bahwa setelah ada hasil rapat manajemen PT Medco akan diadakan lagi pertemuan lanjutkan pada Selasa 5 September 2017.

Walaupun keputusan yang disampaikan cuma satu poin, dari pihak perwakilan perusahaan akan mengusahakan kembali pertemuan lanjutan kedua dalam waktu dekat.

Berikut 12 butir tuntutan warga Julok Tunong yang dianggap tidak logis:

  1. Pihak PT Medco siap menyelesaikan permasalahan dengan Anwar tentang penyiraman jalan yang di depan rumahnya.
  2. Kemudiana ada Reusam Gampong (Resam Gampoeng denda Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) untuk Pak Syafii (Kepala Sekuriti) yang dinilai tidak menghargai masyarakat Gampong Julok Tunong.
  3. Memprioritaskan tentang perekrutan tenagan kerja dari putra- putri Julok Tunong.
  4. Penyiraman jalan harus memadai karena erosi tanah yang menutupi saluran irigasi.
  5. Harus memperhatikan segala kegiatan pemudaan dan kegiatan keagamaan Gampong Julok Tunong.
  6. Memprioritaskan Scurity Di Pos 1 Simpang ROW diisi pemuda Julok Tunong.
  7. Setiap barang (material) yang masuk melalui Jalan Julok Tunong wajib memberikan kompensasi kepada Desa Julok Tunong.
  8. Segala jenis alat berat yang masuk/parkir di lokasi Julok Tunong, maka petugas jaga harus dari pemuda Julok Tunong.
  9. Adanya Driver di PT Medco dari Gampong Julok Tunong.
  10. Menolak keras segala bentuk kekerasan dan sikap premanisme.
  11. Masyarakat meminta agar pak Syafii Kepala Sekuriti) di nonaktifkan di PT Medco.
To Top