Edukasi

Berapa Banyak Biaya Pendidikan yang Dikorbankan Orang Tua Untuk Anaknya?

Kalkulasi biaya pendidikan dilakukan berdasarkan berbagai aspek seperti biaya sekolah, buku, transportasi, dan akomodasi dari seluruh sekolah anak mereka setiap tahun. Biaya pendidikan itu dikali lama tahapan pendidikan di masing-masing negara untuk menghitung biaya total pendidikan untuk anak dengan menggunakan rata-rata nilai tukar uang pada 2016.

Ilustrasi Pendidikan

ACEHSATU.COM – Seberapa jauh Anda akan berkorban harta untuk anak? Bagi banyak orangtua, pengorbanan untuk anak adalah pilihan sadar yang yang sudah diambil sejak mereka memutuskan berkembang biak.

Dilansir dari Tirto.id riset terbaru dari HSBC menunjukkan beberapa temuan menarik tentang persepsi orang tua terhadap pendidikan anak. Sebagian besar temuan HSBC menyebut bahwa orangtua rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Survei bertajuk “The Value of Education” ini menyertakan 8.481 orangtua di 15 negara Australia, Kanada, Cina, Mesir, Perancis, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Singapura, Taiwan, UAE, Inggris, Amerika, dan dirilis pada Juni 2017. Responden adalah orangtua yang memiliki anak maksimal berusia 23 tahun atau sedang dalam masa pendidikan.

Kalkulasi biaya pendidikan dilakukan berdasarkan berbagai aspek seperti biaya sekolah, buku, transportasi, dan akomodasi dari seluruh sekolah anak mereka setiap tahun. Biaya pendidikan itu dikali lama tahapan pendidikan di masing-masing negara untuk menghitung biaya total pendidikan untuk anak dengan menggunakan rata-rata nilai tukar uang pada 2016.

HSBC menyebutkan bahwa 87 persen orang tua di seluruh dunia bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak mereka, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah ke atas. Temuan lain adalah 76 persen orang tua mempertimbangkan pendidikan tinggi tingkat S2 sebagai sesuatu yang penting dan bersedia memenuhinya.

Temuan lain HSBC adalah 82 persen dari orangtua yang disurvei bersedia melakukan pengorbanan personal, baik materi, waktu, atau pendampingan untuk menyediakan pendidikan terbaik bagi anaknya. Arnis sendiri membenarkan hal ini, ia rela mengunjungi calon sekolah anaknya sebelum memutuskan anaknya masuk, duduk di kantin dan melakukan pengamatan bagaimana interaksi siswanya. Ia akan melakukan pengorbanan ekstra untuk memastikan anaknya mendapatkan lingkungan dan fasilitas pendidikan terbaik.

Sayangnya, variabel survei HSBC tidak memperhitungkan kebijakan pemerintah yang membiayai pendidikan dasar. Untuk konteks Jakarta misalnya, program pendidikan gratis dalam rangka wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dijalankan sebagai sinergi program pemerintah pusat. Bagi yang sekolah di sekolah negeri di Jakarta, biaya sekolah gratis. Pemerintah juga menyediakan subsidi untuk komponen biaya lain setiap bulannya.

Selain itu survei HSBC menemukan bahwa orangtua kadang ikut ambil bagian dalam jalan pendidikan anak mereka. Untuk perguruan tinggi, 13 persen orang tua berharap anaknya masuk ke jurusan kedokteran, 11 persen ke jurusan bisnis, manajemen, dan keuangan, sedangkan 10 persen jurusan teknik. Ketiganya adalah jurusan paling dibidik oleh orangtua untuk anak mereka.

Menariknya, 9 dari 10 orangtua Indonesia, Cina, dan Meksiko yang disurvei HSBC menganggap penting pendidikan tingkat S2 untuk karir anak mereka.

Persepsi pendidikan orang tua di Asia jauh lebih optimis daripada mereka yang ada di Eropa. Di India, 87 persen orang tua optimis anaknya akan sukses. Di Cina, 84 persen orang tua yang disurvei meyakini bahwa pendidikan yang tinggi dan baik akan membuat anak mereka sukses. Sementara itu, di Perancis hanya 42 persen orangtua yang optimis anaknya akan sukses di sekolah dan hanya 36 persen dari mereka yang percaya bahwa anak mereka akan sukses menemukan pekerjaan yang diinginkan.

Sementara ada orangtua yang bersedia mendukung anak-anak mereka agar maju dalam karirnya, banyak yang tidak berencana terus menabung untuk memenuhi biaya pendidikan yang terus menerus naik. Biaya pendidikan yang tinggi dan berkelanjutan kerap diabaikan dan dianggap bisa dibiayai seiring jalan. Biasanya, biaya kuliah untuk gelar pascasarjana dua tahun di bidang teknik bisa mencapai $26.400 di Uni Emirat Arab, $21.000 di Amerika Serikat, dan $19.700 di Australia.

Hampir tiga-per-empat orang tua (74 persen) yang disurvei HSBC menggunakan penghasilan sehari-hari mereka untuk membantu mendanai pendidikan anak mereka, sementara 22 persennya  mengakui bahwa mereka tidak menghitung berapa banyak kontribusi setiap tahunnya.

Banyak orangtua yang membuat atau telah melakukan pengorbanan finansial termasuk mengurangi pengeluaran mereka untuk aktivitas santai (40 persen), bekerja lebih lama (lembur) (21 persen), mengurangi porsi tabungan dan investasi jangka panjang mereka (20 persen) dan mengambil pekerjaan kedua (18 persen) untuk membantu mendanai pendidikan anak mereka. Selain itu, 82 persen orang tua siap melakukan pengorbanan pribadi agar anak mereka bisa sukses.

Apakah Anda termasuk yang bersedia lembur atau mempunyai pekerjaan dobel demi pendidikan anak?

Sumber: Tirto.id

To Top