Bener Meriah Kembangkan Pisang Cavendish Untuk Kebutuhan Ekspor

"Tujuan Demplot adalah sebagai unit kajian tanaman introduksi baru pisang cavendish, apakah seuai dengan agriklimat Kabupaten Benar Meriah. Ternyata hasilnya sangat sesuai dan menjadi media belajar bagi petani di sekitar Demplot dan kasawan hortikultura Benar Meriah"
Pisang Cavendish
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, Meninjau Demplot Pisang Cavendish di UPTD BBTPH Benar Meriah. acehsatu.com/hamdani

Bener Meriah Kembangkan Pisang Cavendish Untuk Kebutuhan  Ekspor

ACEHSATU.COM [ BENER MERIAH  – Kabupaten Bener Meriah mulai mengembangkan pisang cavendish untuk kebutuhan ekspor karena memiliki nilai jual tinggi.   

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Benar Meriah, Ir Nurisman  kepada acehsatu.com, Jumat (4/5/2021) mengatakan,  sejak tahun 2020 Kabupaten Benar Meriah telah melakukan Demontrasi Plot (Demplot) pisang cavendist di Kebun Percobaan UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) di Kampung Rime Gayo, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Benar Meriah seluas empat hektare bekerjasama kemitraan dengan PT Greand Giant Pineapple (GGP) Lampung.

“ Demplot pisang Cavendist cukup sukses dan berhasil,” ujar Kadi

Dijelaskan, tujuan Demplot adalah sebagai unit kajian tanaman introduksi baru pisang cavendish, apakah seuai dengan agriklimat Kabupaten Benar Meriah. Ternyata hasilnya sangat sesuai dan menjadi media belajar bagi petani di sekitar Demplot dan kasawan hortikultura Benar Meriah.

Lanjut Nurisman, pihak Dinas Peetanian dan Perkebunan Aceh sangat menaruh minat untuk mengkaji lebih dalam terkaiat akan memperluas kawan pisang covendist di Kabupaten Benar Meriah.

Bener Meriah kembangkan Pisang Cavendish. acehsatu.com/hamdani

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, Kamis Kemaren (3/6/2021), melakukan peninjauan langsung ke lokasi Demplot dan Kawasan Pengembangan Hortikultura di Kabupaten Benar Meriah.

Sementara, Kadistanbun Aceh, Dr Ir Ashabul Anhar M.Sc didampingi Team ahli Ir. Teuku Iskandar, M.Si mengaku, pisang yang ditanam di lokasi BBTPH sangat sehat dan tidak terserang penyakit layu, baik layu fusarium maupun layu bakteri.

Ini dikarenakan penangan budidaya pisang sangat steril lingkungan dan bibitnya.”Bibit pisang yang digunakan adalah bibit kultur jaringan yang disiapkan khusus dari Laboratorum PT. GGP,” ujarnya.

Rencananya, pihak Dinas Pertanian dan Pangan Benar Meriah dalam tahun 2021 ini akan memperluas areal pengembangan diatas lahan 30 Ha yang dilaksanakan petani yang juga bermitra dengan PT.GPP.

Sementara hasil panen tetap dijamin dan akan dibeli serta dipasarkan PT.GPP untuk kebutuhan export ke Arab Saudi (*)