Berita Lainnya

Hukum

Politik

Dekgam
Dok. Theacehpost.com

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kasus cek kosong pembelian klub Persiraja menuai kontroversi. Pasalnya, kasus tersebut bisa diselesaikan tanpa harus membawa ke ranah pengadilan.

Bahkan, ada yang menganggap kasus ini sebagai bentuk penzaliman terhadap Zulfikar SBY.

Dalam sebuah kesempatan, Zulfikar SBY kepada wartawan ia mengaku terkejut dan tidak mengerti mengapa pihak Nazaruddin  Dek Gam mengirimi surat ke mana-mana, termasuk ke PSSI dan polisi.

Kabar yang beredar seolah-olah dirinya ingin menipu pihak manajemen lama soal pembelian klub  Persiraja.

“Ada pemutarbalikkan fakta seolah-olah di-framing di media bahwa saya menipu  Dek Gam. Nauzubillah, terbersit niat pun tak ada,” kata  Zulfikar SBY.

Presiden  Persiraja  ini juga mengatakan soal  cek kosong yang disebar selama ini bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya.

BACA: Presiden Persiraja Jadi Tersangka Pembelian Klub

“Cuma saya diam saja, karena kenapa, ini bertolak belakang dengan yang terjadi sebenarnya,” kata Zulfikar.

Presiden  Persiraja itu menjelaskan, sejak awal membeli klub tersebut pihaknya sudah menyampaikan tidak punya uang Rp 1 miliar sebagaimana yang dimintakan.

“Saya sampaikan waktu itu di notaris bahwa tidak punya uang sebesar itu, yang ada uang saya sekitar Rp 350 juta, kemudian dia minta (segitu), boleh saya bilang,” jelas Zulfikar.

Kemudian ia sempat mempertanyakan bagaimana melunasi sisanya sekitar Rp 650 juta ke  Dek Gam terkait pembelian  Persiraja.

Namun berdasarkan penuturan Zulfikar, dirinya diyakinkan oleh  Dek Gam bakal mampu melunasi utang tersebut karena ada subsidi dari PT Liga Indonesia Baru sebesar Rp 800 juta.

Masih berdasarkan Zulfikar, kala itu  Dek Gam juga berjanji untuk membantu mencarikan sponsor serta sejumlah uang masuk lainnya termasuk dari tiket.

Namun hal itu dibantah oleh Dekgam.

Melalui Kuasa Hukumnya, Askhalani SH, Dekgam mengatakan jika dari awal Zulfikar tidak ingkar janji, maka tidak akan sejauh ini permasalahannya.

“Kami jelaskan itu murni tindakan pidana, tidak ada jebakan yang dilakukan klien kami seperti dituduhkan oleh Zulfikar,” kata Askhalani, Kamis, 20 April 2023.

“Ini ketidakjujuran sejak perikatan janji,” sebut Askhal.

BACA: Presiden Persiraja Dipolisikan, Disebut ‘Beli Klub’ dengan Cek Kosong

Dikatakan, dalam perikatan perjanjian tentu ada konsekuensi, maka jika seseorang berbohong, jelas telah melakukan tindak pidana. “Konsekuensinya dia bohong ada perbuatan pidana di dalamnya. Kalau dia jujur dia tidak bohong dalam cek, maka tidak ada pidana dalamnya,” kata Askhal. 

“Karena memberi cek kosong tidak ada isi, padahal jatuh tempo dia sendiri yang menandatanganinya,” kata Askhal. Askhal menerangkan, uang Rp350 juta yang diberikan Zulfikar merupakan uang muka (DP) terhadap pembelian saham Persiraja.

Namun, usai bilyet cek itu diperiksa ke Bank, ternyata cek tersebut aktif, dan bilyet yang diberikan oleh Zulfikar hanya berisi uang sebesar Rp4,8 juta rupiah. 

Dekgam
Dok. Theacehpost.com

“Jadi ketika dia melakukan perikatan perjanjian, artinya dia harus bayar Rp1 Miliar, tapi yang baru dia bayarkan Rp350 juta, itu di awal dia bayar,” kata Askhal.

Oleh karena itu, masih terdapat sisa pembelian klub sebanyak Rp650 juta.

Namun, dalam bilyet tersebut tidak ada uang untuk sisa pembayaran saham klub, padahal itu telah jatuh tempo.

“Tapi buktinya sejak jatuh tempo, itu isi bilyet cek hanya Rp4,8 juta, dan setelah itu tidak ada transaksi apapun, dan tidak ada uang dimasukkan ke dalam cek,” terangnya.

Menurut Askhal, Dek Gam telah melakukan somasi terhadap Zulfikar SBY.

Namun, Dek Gam kecewa dengan respon yang diberikan Zulfikar, karena tidak dilakukan pelunasan uang tersebut.

“Kita sudah lakukan somasi, dia (Zulfikar) kemudian melawan atas somasi yang kita kirimkan, kami sebagai pengacara tidak mungkin tinggal diam, dia menyerang balik klien kami,” sebut Askhal. 

BACA: Pihak Dek Gam Tidak Mau Bernegoisasi Dengan Zulfikar SBY Kasus Saham Persiraja ke Jalur Hukum

“Kalau dia merasa keberatan, ya dicarilah orangnya minta ketemu dan bayar, dia mencari celah untuk membela dirinya, kami hanya sekali somasi, somasi itu adalah upaya mengingat dia tapi dia menyerang,” tambah Askhal.

Sejak awal, kata Askhal, kliennya tidak ada niat sedikitpun untuk mengelabui Zulfikar.

“Dek Gam tidak pernah mengiming-imingi Zulfikar dengan mencari sponsor untuk pertandingan Persiraja. Bahkan dalam pertandingan Liga, Liga Indonesia Baru (LIB) akan menyediakan uang sebesar Rp800 juta dan semua klub tentu saja dapat,” tutur dia.

“Cuma bukan uang cash, tapi bentuk uang klub yang dititipkan ke liga, selama liga berlangsung uang itu ada, kalau ada orang dapat kartu kuning dipotong dari uang itu,” kata Askhal.

Selain itu, tambah Askhal, terhadap sponsor klub seharunya ada inisiatif tersendiri dari pemegang saham. Sehingga, tidak perlu ada ikut campur orang lain dalam hal tersebut.  (*)