Belasan Tahun Warga Deah Pangwa Gunakan Jembatan Darurat

Sebuah jembatan di Gampong Deah Pangwa Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, memperihatinkan.
Jembatan Deah Pangwa
Seorang warga melintasi jembatan yang sudah uzur di Gampong Deah Pangwa Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Acehsatu.com/Abdullah Gani

ACEHSATU.COM |  PIDIE JAYA – Sebuah jembatan Deah Pangwa Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, memperihatinkan.

Kendati sudah belasan tahun namun sarana penghubung berkontruksi kayu dan berlantai papan malah sebagiannya amiek hingga kini masih digunakan warga.

Kendati sudah diusulkan pada musrenbang malah tim sudah meninjaunya, namun hingga kini tak kunjung dibangun.

Beberapa warga setempat menjawab Acehsatu.com, Jumat (29/10) secara terpisah menuturkan, dengan kondisi jembatan seperti itu mereka sangat was-was terutama saat air di alur (Alue Bahasa Aceh----red) banjir atau pasang purnama.

Untuk melintasinya harus hati-hati dan tak mampu menahan beban berat karena layaknya ayunan.

“Jembatan bagaikan ayunan, kami harus mengantri,” kata seorang warga.

Jembatan Deah Pangwa
Seorang warga melintasi jembatan yang sudah uzur di Gampong Deah Pangwa Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Acehsatu.com/Abdullah Gani

Setiap hari jembatan tersebut tak pernah sepi baik warga yang hendak ke tambak atau ibu rumah tangga (IRT) yang mencari kayu bakar di pesisir pantai.

Seperti amatan wartawan harian ini kemarin. Beberapa diantara mereka mengaku, entah berapa orang warga termasuk anak-anak yang kecemplung ke alur.

Keuchik Deah Pangwa, Ishak membenarkan, jembatan tersebut tak pernah sepi dari pelintas.

Karena darurat, kendaraan roda dua tidak bisa melewatinya atau terpaksa harus parkir di ujung jembatan lalu menelusuri jalan kaki hingga ratusan meter ke pantai. 

Ditambahkan, jembatan darurat itu dibangun menyusul runtuhnya jembatan permanen saat gempa dan tsunami Aceh belasan tahun lalu.

Hingga sekarang jembatan darurat dibangun dari tiang kayu dan lantai papan masih difungsikan warga.

Kabar terakhir yang ia dapatkan lanjut Keuchik Deah Pangwa, jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 0,50 meter yang diusul pada musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2020 lalu dibangun tahun ini.

Nyatanya, hingga jelang akhir 2021, belum juga ada kabar.

Padahal, tim dari kabupaten sudah meninjau dan kabarnya segera dibangun. Tapi hingga kini belum ada kabar, paparnya. (*)