Uncategorized

Belajar dari Sejarah Kelam Turki, Kadisdik Aceh Ingin Sinergikan Dunia Pendidikan

1. Drs. Hasanuddin Darjo, MM Kepala Dinas Pendidikan Aceh Jadi Pemateri

Laporan Tarmizi A Gani

ACEHSATU.COM, BANDA ACEH — Kadis Pendidikan Aceh Drs Hasanuddin Darjo MM mengharapkan pola pendidikan Aceh terus diterapkan dalam bentuk kerjasama yang makin erat dan terpadu sebagaimana selama ini sudah berjalan antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Keterpaduan dan singkronisasi bukan hanya di tingkat provinsi saja, tapi juga di tingkat kabupaten/ kota, kecamatan hingga ke sekolah-sekolah atau di tingkat satuan pendidikan yang ada di pedesaan.

Pernyataan itu pernah disampaikan Hasanuddin Darjo saat memberikan materi pada seminar dengan tema “Marilah Kita Tingkatkan Mutu PAI Bagi Peserta Didik di Aceh USBN PAI 2016” yang digelar Kemenag Aceh di Grand Naggroe Hotel, Minggu (6/3/2016) malam.

Melengkapi apa yang disampaikan, ACEHSATU.COM secara khusus menghubunginya kembali, Kamis (8/3/2016) sore.

Darjo menjelaskan, kekompakan dan kerjasama yang Ia maksud harus terjadi secara melekat antara Dinas Pendidikan Aceh dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh. Menurutnya, hal itu sangat dibutuhkan agar pelayanan pendidikan dan kualitas pendidikan yang dikelola masing-masing pihak dapat berjalan secara sinergi.

Ia menilai, pengelolaan antara sekolah pendidikan umum dengan sekolah pendidikan agama yang ada di Aceh saat ini cenderung terjadi perbedaan warna dan tidak saling bersinergi antara satu sama lain. Untuk itu dia mencanangkan perlunya dilakukan penyesuaian agar kedepan menjadi satu warna, sehingga masyarakat suatu saat nanti tidak lagi perlu membedakan antara sekolah agama dan sekolah umum.

“Kita ingin partainya sama, benderanya juga sama, jangan kelihatan lagi itu sekolah agama dan itu sekolah umum,” sebutnya.

Komitmen mensinergikan dunia pendidikan di Aceh dipandang Darjo penting dilakukan setelah mempelajari sejarah kelam Turki saat dipimpin Kamal Ataturk (mantan Perdana Menteri Turki) yang ingin menciptakan Turki baru yang sekuler.

Dalam sejarahnya, Kamal Ataturk menghapus penggunaan kelender Islam dan menukarkan huruf arab dengan huruf latin, mengubah sejumlah Undang-undang seperti perkawinan menjadi undang-undang menganut budaya barat, menghapus kementerian wakaf dan menghapus kementerian syariah, membatalkan Undang-undang waris, faraid secara islam, termasuk menyerang Islam secara terbuka dan terang-terangan agama islam telah digugurkan sebagai agama resmi di Turki.

Hal itu, sebut Darjo, terjadi akibat pendidikan yang tidak bersinergi dan satu bendera.

Atas dasar itu, lanjut Darjo, dalam ranah memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di Aceh pihaknya telah membangun kerjasama dan komunikasi intensif dengan Drs H Muhammad Daud Pakeh selaku Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh.

Ditekankan Kadis Pendidikan Aceh ini, Pemerintah Aceh berkomitmen kuat memajukan dunia pendidikan di Aceh terintegrasi antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Pihaknya juga telah menyediakan anggaran khusus dalam jumlah besar untuk berbagai pelatihan bagi guru di lingkungan masing-masing.

“Keterpaduan itu dipupuk dan dibina sebagaimana diharapkan Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, sehingga Aceh bisa membedakan diri dari Provinsi lain di Indonesia,” pungkas Hasanuddin Darjo, yang santer d sebut -sebut bakal mendampingi dr Zaini Abdullah pada Pilkada Aceh 2017.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top